Jokowi Pilih Angela Tanoesoedibjo karena Pengalaman di Media

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 14:35 WIB
Jokowi Pilih Angela Tanoesoedibjo karena Pengalaman di Media Angela Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Istana Merdeka, Jumat (25/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo secara resmi memperkenalkan 12 wakil menteri baru. Salah satunya adalah Angela Herliani Tanoesoedibjo. Putri sulung Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo ini dipercaya untuk menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Pengusaha yang berpengalaman di bidang media. Pintar dalam promosi. Sehingga kami beri kepercayaan menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (25/10).

Sebelum resmi dikenalkan sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela bekerja perusahaan ayahnya sebagai Komisaris Media Nusantara Citra dan Wakil Direktur RCTI dan GTV.



Atas dasar itu, Jokowi mengarahkan Angela untuk fokus dalam mempromosikan Indonesia di masa mendatang bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

"Kami harapkan promosi pariwisata kita lebih bagus. Sehingga wisatawan yang datang semakin banyak," tutur Presiden.

Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf, kepada CNNIndonesia.com, sempat menyinggung pentingnya wakil menteri dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menurutnya, wamen diperlukan sebab menjalankan dua bidang besar, pariwisata dan ekonomi kreatif, bukan hal mudah. Hal itu terbukti dari pemisahan dua bidang tersebut menjadi Kementerian Pariwisata dan BEKRAF pada pemerintahan pertama Jokowi.

Angela Tanoesoedibjo ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Jumat (25/10). Kementerian tersebut dibawahi oleh Wishnutama. (Foto: CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Namun, Jokowi menggabungkan kedua lembaga itu kembali pada periode pemerintahan kedua dan mempercayakan kepada salah satu pendiri NET TV, Wishnutama.

Triawan berharap kementerian yang dipimpin oleh orang media tersebut bisa membagi tugas dan memberikan fokus yang sama kepada ekonomi kreatif serta pariwisata. Menurutnya, BEKRAF sejak 2015 sedang membangun ekosistem yang lebih baik bagi industri musik dan film Indonesia.

Dalam hal musik mereka bekerja sama dengan salah satu festival tertua di dunia, South by Southwest (SXSW). Bekraf juga membangun metadata musik Indonesia. Sementara di perfilman, Bekraf bekerja sama dengan Torino Film Lab di tahun 2016 melalui program FeatureLab dan ScriptLab.

Triawan juga menyatakan Bekraf selama ini total dan berhati-hati dalam membuat acara atau pameran.Hal itu yang kemudian membuat Bekraf mulai dilirik luar negeri karena kerap menonjolkan budaya tradisional Indonesia yang dipadukan dengan teknologi dan desain bagus.

"Saya tidak tahu di tahun sekarang atau mendatang dengan disatukan [Kementerian], [apa] ada strategi khusus yang tidak mengurangi satu dengan yang lain, [yang] tidak saling membunuh atau mengurangi," tutur Triawan. (chri/rea)