Iwan Fals Ikut Berkomentar Rencana Ahok Jadi Bos BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 20:48 WIB
Iwan Fals Ikut Berkomentar Rencana Ahok Jadi Bos BUMN Iwan Fals ikut berkomentar terkait rencana Erick Thohir mengangkat Ahok sebagai petinggi BUMN. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Iwan Fals mengomentari rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petinggi BUMN.

"Wah seru nih," cuit Iwan Fals dalam akun resmi Twitter-nya, Kamis (14/11).




Ahok sebelumnya mengatakan diajak mengurusi BUMN. Ia pun menyatakan siap menerima pinangan tersebut apabila pemerintah benar-benar ingin melibatkan dirinya untuk BUMN.

Hal itu disampaikan Ahok usai bertemu Menteri Erick di Gedung Kementerian BUMN pada Rabu (13/11).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan peminangan Ahok dilakukan atas dasar masukan banyak pihak serta keyakinan Ahok bisa membantu pemerintah mengelola kinerja perusahaan pelat merah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan ditunjuk untuk mengurus BUMN sektor energi.

Rencana tersebut memicu pro dan kontra karena status mantan narapidana Ahok. Namun, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara tak melarang mantan napi menjadi direksi BUMN.

Merujuk Pasal 45 Undang Undang BUMN, seseorang bisa diangkat sebagai anggota direksi BUMN bila mereka memenuhi beberapa syarat. Pertama, mampu melaksanakan perbuatan hukum yakni aktivitas yang dilakukan subjek hukum secara sengaja dan menimbulkan kewajiban dan hak.

Kedua, tidak pernah menjadi anggota direksi atau komisaris atau dewan pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan atau perum dinyatakan pailit.

Ketiga, tidak pernah dihukum karena melakukan tindakan pidana yang merugikan keuangan negara.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengisyaratkan kepastian Ahok menjadi petinggi salah satu perusahaan BUMN. Ia juga memastikan mantan wakilnya di Jakarta tersebut tetap mengikuti proses seleksi. (chri/end)