Scooter Braun Buka Suara Soal Ribut dengan Taylor Swift

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 22:40 WIB
Scooter Braun Buka Suara Soal Ribut dengan Taylor Swift Setelah berbulan-bulan bungkam, manajer Justin Bieber, Scooter Braun akhirnya buka suara terkait konflik yang melibatkan dirinya dan Taylor Swift. (AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah berbulan-bulan bungkam, manajer Justin Bieber, Scooter Braun akhirnya buka suara terkait konflik yang melibatkan dirinya dan Taylor Swift. Meski tak secara langsung menyebut Swift, ia mengisyaratkan ingin berkomunikasi secara langsung.

"Saya belum berbicara tentang ini dalam enam bulan. Tak sekalipun. Saya belum membuat sebuah pernyataan tentang ini," kata Braun kepada Shirley Halperin dari Variety.

"Ketika ada banyak pernyataan yang beredar dan banyak pendapat berbeda, namun yang berkepentingan belum punya kesempatan untuk berbicara satu sama lain. Ada banyak kebingungan," lanjutnya.


Pemilik baru label lama Taylor Swift, Big Machine Groups tersebut mengaku tak akan mengatakan lebih detail di muka publik karena bukan gayanya.

Namun ia menilai bahwa keputusan Taylor Swift untuk membongkar permasalahan mereka di media sosial tidaklah apik.

Ia bahkan mengaku tidak suka pihak lain terlibat, termasuk sejumlah tokoh yang memberikan dukungan kepada Taylor Swift mulai dari pesohor hingga kandidat presiden Partai Demokrat.

"Saya tak suka politisi melakukannya. Saya tak suka semua orang melakukannya, dan bila itu berarti saya menjadi orang jahat yang lebih laman, saya akan begitu. Yang jelas, saya tak ingin terlibat," katanya.

Taylor Swift sebelumnya membongkar kepada publik bahwa dirinya dicekal menyanyikan lagu lamanya semasih di bawah naungan Big Machine yang dikomandoi Scott Borchetta dan Scooter Braun.

Scott sebelumnya diketahui telah menjual Big Machine beserta katalog master enam album pertama Taylor Swift kepada Scooter Braun, pria yang diklaim pelantun You Belong with Me itu dalang dari semua perundungan yang ia terima selama ini.

Aksi Swift buka suara soal pencekalan bawa lagu lama di American Music Awards 2019 tersebut menimbulkan kemurkaan dari pihak penggemar Swift alias Swifties. Swifties pun meramaikan media sosial dan internet dengan dukungan kepada Swift juga petisi bertandatangan lebih dari 100 ribu orang.

Taylor Swift akhirnya mendapatkan izin untuk membawakan lagu lama dalam acara penghargaan American Music Awards 2019 oleh Big Machine Label Group.

Hal itu disampaikan oleh Big Machine dalam sebuah pernyataan bersama dengan Dick Clark Productions yang menyelenggarakan American Music Awards 2019.

"Apa yang ingin saya katakan adalah, orang butuh berkomunikasi, dan ketika orang mampu melakukannya, saya pikir itu akan berhasil," kata Braun.

[Gambas:Video CNN]

"Dan saya seringkali berpikir segalanya ini salah paham, karena saya percaya bahwa orang sejatinya adalah baik. Saya pikir ada banyak masalah nyata lainnya di dunia, dan saya pikir bahwa banyak masalah yang bisa didiskusikan bisa dilakukan secara tertutup dan selesai dengan mudah, dan ini sesuatu yang saya selalu ingin lakukan dalam enam bulan ini," lanjutnya.

"Dan itu sulit, karena saya bisa menanganinya dengan mudah, tetapi ketika sampai ke tempat di mana ada ancaman kematian dan ada kantor yang diteror dan orang-orang diancam ... itu tidak terkendali," kata Scooter Braun menyinggung kabar penutupan kantor Big Machine Label atas ancaman yang datang kepada mereka di tengah keriuhan itu.

"Dan saya pikir orang perlu berkumpul dan berbicara, karena bukan itu tujuan kami dalam industri ini." lanjutnya, dikutip dari ET. (end)