Perubahan Iklim, Massive Attack Gelar Konser Rendah Karbon

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 08:28 WIB
Perubahan Iklim, Massive Attack Gelar Konser Rendah Karbon Duo trip hop asal Inggris, Massive Attack, bakal menggelar konser rendah karbon dalam rangka mempromosikan kampanye melawan perubahan iklim. (Foto: Alain JOCARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duo trip hop asal Inggris, Massive Attack, bakal menggelar konser rendah karbon dalam rangka mempromosikan kampanye melawan perubahan iklim.

Melalui siaran pers, Massive Attack mengumumkan bahwa konser tersebut akan dihelat pada musim panas mendatang, tapi belum ada tanggal pastinya.

Mereka juga belum menjelaskan strategi rendah karbon yang dimaksud. Namun, mereka memastikan bahwa akan ada "pengurangan dramatis" dampak karbon dari band, kru, transportasi, katering, merchandise, dan produksi, juga transportasi penonton menuju lokasi.


Konser ini akan menjadi bagian dari The Good Business Festival gagasan organisasi baru yang berupaya membawa perubahan positif dari berbagai ranah bisnis, termasuk musik.

Pergelaran ini sejalan dengan tekad Massive Attack untuk perlahan membuat konser-konser mereka minim karbon.

Massive Attack memang sangat menunjukkan kepedulian mereka terhadap perubahan iklim. Baru-baru ini, mereka juga bekerja sama dengan Pusat Tyndall untuk Riset Perubahan Iklim untuk "memetakan jejak karbon dalam satu putaran tur band."

Riset ini akan berfokus pada pemetaan ranah pertunjukan musik mana yang paling banyak meninggalkan jejak karbon, transportasi penonton, perjalanan band, produksi, atau emisi di arena acara.

Dengan pemetaan tersebut, band yang digawangi oleh Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall ini berharap bisa mendapatkan opsi untuk pengurangan emisi karbon.

[Gambas:Video CNN]

Dalam tulisan opininya di The Guardian, Del Naja bahkan menyatakan bahwa Massive Attack sendiri sudah mulai berpikir untuk berhenti tur. Namun, ia menyadari bahwa upaya Massive Attack akan sia-sia jika hanya dilakukan sendiri.

"Untuk membuat perubahan sistem, tak ada pilihan lain di luar tindakan kolektif," tulis Del Naja seperti dikutip Pitchfork. (has)