Netizen Minta 'Kucumbu Tubuh Indahku' Tayang Lagi di Bioskop

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 11:22 WIB
Netizen Minta 'Kucumbu Tubuh Indahku' Tayang Lagi di Bioskop Kucumbu Tubuh Indahku menjadi film dengan raihan penghargaan terbanyak dalam FFI 2019. Warganet pun mendesak agar film tersebut ditayangkan lagi di bioskop. (Fourcolours Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Kucumbu Tubuh Indahku" menjadi film dengan raihan penghargaan terbanyak dalam Festival Film Indonesia 2019 (FFI) atau Piala Citra dengan delapan trofi. Warganet pun mendesak agar film tersebut kembali ditayangkan di bioskop.

Seruan ini bermula dari kicauan sutradara Joko Anwar di Twitter yang menyisipkan tanda pagar #TayangkanKucumbuDiBioskopLagi.

"#TayangkanKucumbuDiBioskopLagi siapa setuju?" tulis Joko lewat akun @jokoanwar.




Bukan hanya itu, Joko juga memberikan pandangan terhadap kemenangan film yang disutradarai Garin Nugroho itu. Menurutnya, kemenangan "Kucumbu Tubuh Indahku" sangat penting.

"Kemenangan film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film terbaik FFI tahun ini, mungkin adalah kemenangan terpenting untuk beberapa dekade terakhir. Temanya sangat relevan dan penting untuk Indonesia saat ini," tulis Joko



Sampai saat ini, kicauan Joko mendapat cukup banyak respons dari warganet atau netizen. Kebanyakan netizen setuju agar Kucumbu Tubuh Indahku ditayangkan lagi di bioskop.









Selain itu, ada pula warganet yang menyinggung kontroversi "Kucumbu Tubuh Indahku". Sesi pemutaran film ini di beberapa daerah memang sempat diintervensi oleh organisasi masyarakat karena dianggap pro LGBT.

"Ingin ku spoiler orang orang yang nganggep ini film pro LGBT. Dari dulu pengen nonton malah diblokir. Udah gitu laptop gue kentang gak bisa nyalain blu-ray," tulis pengguna akun @aglaonema.



Pemilik akun @THEhopeLESSboss juga menulis, "Film asal negara sendiri yang udah menang penghargaan sana sini tapi malah tanpa diketahui dari masyarakat kandangnya sendiri #TayangkanKucumbuDiBioskopLagi."



Film "Kucumbu Tubuh Indahku" sendiri menceritakan kisah perjalanan kehidupan Juno (Muhammad Khan) menjadi penari lengger lanang. Film ini terinspirasi dari pengalaman hidup Rianto, seorang penari lengger Indonesia yang berkarier di Jepang.

Meski dikritik sejumlah pihak, film ini menuai respons positif sampai-sampai masuk nominasi Oscar 2020 kategori International Feature Film atau dulu dikenal sebagai Best Foreign Language Film. (adp/has)