Film arahan Ben Affleck itu berfokus pada gejolak di tengah Revolusi Iran pada 1979. Kala itu, rakyat Iran mengamuk karena Amerika serikat memberikan suaka pada Mohammad Reza Shah, pemimpin yang digulingkan dalam revolusi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam rumah itu, mereka mendengar kabar bahwa rekan-rekan yang disekap sudah dihabisi nyawanya dengan cara keji.
Pencerahan datang ketika ahli penyamaran Badan Intelijen Pusat AS (CIA), Tony Mendez (Ben Affleck), diundang dalam satu rapat. Ia mengkritik semua opsi penyelamatan yang digagas Kemlu AS.
[Gambas:Youtube]
Ia akhirnya menyusun strategi untuk membuat film palsu bertajuk Argo. Mendez berpura-pura menjadi produser asal Kanada yang ingin melihat calon lokasi pengambilan gambar di Iran bersama enam kru.
Kru tersebut tak lain merupakan keenam staf kedubes yang sedang berlindung di rumah dubes Kanada. Mereka pun memulai petualangan menuju kampung halaman.
Film ini menerima respons positif sampai-sampai diganjar tiga piala Oscar, termasuk penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik. (has)