Usher dan Boyz II Men Kenang Kobe Bryant di Laga LA Lakers

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 19:20 WIB
Usher dan Boyz II Men tampil untuk mengenang legenda NBA, Kobe Bryant, sebelum laga LA Lakers melawan Portland Trail Blazers pada Jumat (31/1). Usher dan Boyz II Men tampil untuk mengenang legenda NBA, Kobe Bryant, sebelum laga LA Lakers melawan Portland Trail Blazers pada Jumat (31/1). (Kevork Djansezian/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Usher dan grup hip hop Boyz II Men tampil untuk mengenang legenda NBA, Kobe Bryant, sebelum laga LA Lakers melawan Portland Trail Blazers pada Jumat (31/1).

Kompetisi tersebut merupakan pertandingan pertama LA Lakers pasca-kematian Bryant beserta putrinya, Gianna, akibat kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1) lalu.

Sebelum laga dimulai, terlihat Usher berdiri di tengah lapangan yang gelap, kemudian perlahan menyanyikan lagu "Amazing Grace".


Setelah itu, diputar video singkat Bryant dalam sebuah wawancara, ketika ia menceritakan tentang karier dan kehidupannya, diiringi alunan musik dari pemain cello LA Philharmonic.

Di tengah kesunyian itu, para penggemar mulai menyerukan "Kobe! Kobe!" dan " MVP! MVP!"

Boyz II Men kemudian hadir menyanyikan lagu kebangsaan. LeBron James yang mengenakan jersey basket dengan nomor punggung Bryant, No 24, menyeka matanya saat lagu kebangsaan berakhir, lalu memeluk Anthony Davis yang memakai jersey No. 8.

James berdiri di arena tengah dan mulai membacakan nama-nama korban kecelakaan helikopter Sikorsky S-76B yang menewaskan Bryant dan Gianna.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah tentang keluarga. Ketika saya melihat-lihat arena ini, kita semua bernapas, terluka, dan patah hati. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah bersandar di pundak keluargamu," kata James.

Selain itu, terlihat pula pelatih LA Lakers, Frank Vogel. Ia menyatakan dukacita, tapi mengajak khalayak agar tak terlalu larut dalam kesedihan demi menghormati Bryant.

[Gambas:Video CNN]

"Kami tahu ini akan menjadi malam yang berat. Tugas kita adalah mengatur emosi dan menghormati Kobe, Gianna, dan para korban lainnya dengan cara yang benar," tutur Vogel seperti dikutip The Hollywood Reporter.

Para penggemar LA Lakers sendiri datang ke stadion Staples Center sambil membawa mawar yang kemudian diletakkan di kursi tempat Bryant dan Gianna duduk saat terakhir kali menghadiri pertandingan.

Sementara itu, di seberang jalan tempat stadion berada, kerumunan orang terus bertambah. Mereka memenuhi area jalanan dengan bunga, balon, dan pesan-pesan tulisan tangan untuk Bryant. (kha/has)