Hari Lahir Pramoedya ke-95, Penggemar Ucap Terima Kasih

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 15:37 WIB
Para penggemar Pramoedya Ananta Toer ramai-ramai kirim doa dan ucapan terima kasih kepada mendiang sastrawan itu di hari ulang tahunnya ke-95, Kamis (6/2). Para penggemar Pramoedya Ananta Toer ramai-ramai kirim doa dan ucapan terima kasih kepada mendiang sastrawan itu di hari ulang tahunnya ke-95, Kamis (6/2). (Dok. Pribadi Pramoedya Ananta Toer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sastrawan Pramoedya Ananta Toer seharusnya hari ini, Kamis (6/2), berusia 95 tahun. Meski sang penulis buku Bumi Manusia itu telah meninggal dunia 14 tahun silam, tapi sejumlah penggemar masih mengenang jasa Pram atas karya-karya sastra yang ditulisnya.

Mereka mendoakan serta berterima kasih pada Pram lewat kicauan di Twitter. Nama Pramoedya Ananta Toer pun bertengger di deretan topik paling ramai dibicarakan hari ini.

"Selamat Ulang Tahun Pramoedya Ananta Toer. Terima kasih atas segala karya sastra yang luar biasa hingga saat ini kami masih bisa menikmati," tulis pemilik akun @ONEITEXOL.




"Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh, di kemudian hari. Selamat hari lahir bapak bumi manusia, Pramoedya Ananta Toer," tambah dari pemilik akun @RafliAfriyandi.



"Terima kasih Pramoedya Ananta Toer telah mengajarkan menjadi manusia yang manusia lewat buku-bukunya. Ngomong-ngomong Bumi Manusia saya suka sekali, buku pertama yang membuat saya jadi suka membaca buku," ujar pemilik akun @woyguteg.



"Berbahagialah mereka yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri. Selamat hari lahir Pramoedya Ananta Toer," ujar pemilik akun @maulanafikriaz.







Pram lahir di Blora, 6 Februari 1925, kala cengkeraman Belanda di Indonesia masih kuat. Usia Pram seharusnya mencapai 92 tahun tepat hari ini, Kamis (6/2). Namun napasnya telah berhenti di Bojonggede, 30 April 2006 silam.

Selama 81 tahun Pram hidup, ia telah menghasilkan banyak karya sastra. Terdapat 50 karya sastra berupa novel dan terbit dalam 41 bahasa di dunia. Selain itu, novel-novel Pram menjadi bahan ajar wajib beberapa sekolah dan universitas luar negeri.

Karya-karya Pram didasari atas persoalan-persoalan yang terjadi pada masa pra kemerdekaan, terutama penindasan dan perbudakan kepada pribumi.

Walau sempat ditahan di Pulau Buru, Pram tidak menghentikan kegiatan menulisnya. Di antara yang terkenal yakni tetralogi Pulau Buru, Arus Balik, serta Gadis Pantai. (agn/end)