Skandal Korupsi Najib Razak Bakal Diulas Dokumenter Netflix

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 03:59 WIB
Skandal korupsi 1MDB yang menyeret eks PM Malaysia, Najib Razak, bakal diulas di dalam serial dokumenter Netflix. Skandal korupsi 1MDB yang menyeret eks PM Malaysia, Najib Razak, bakal diulas di dalam serial dokumenter Netflix. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Skandal korupsi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, bakal diulas dalam salah satu episode serial dokumenter besutan Netflix, Dirty Money.

Dokumenter tersebut juga bakal menyertakan istri Najib, Rosmah Mansor (68).


"Dirty Money musim kedua akan mengulas dan memperlihatkan aspek pribadi dari beberapa skandal, pelanggaran jabatan dan juga korupsi yang tak terhitung hingga saat ini di dunia bisnis," demikian tulis deskripsi dari season terbaru Netflix seperti dikutip dari AsiaOne, Sabtu (29/2).


"Sesi ini di antaranya menyajikan soal bisnis properti Jared Kushner (menantu Presiden AS Donald Trump), skandal Wells Fargo, termasuk pula kasus skandal 1MDB di Malaysia," lanjut keterangan itu.

Mantan orang nomor satu di Malaysia itu saat ini sedang menjalani persidangan untuk dugaan korupsi dan juga pencucian uang yang melibatkan dana investasi dari perusahaan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Uang tersebut diduga mengalir ke partai-partai mitra koalisi Barisan Nasional dalam bentuk cek.

[Gambas:Video CNN]
Dalam perkara itu, Najib yang berusia 66 tahun dibelit tujuh kasus penyalahgunaan wewenang dan melanggar sumpah dalam pencucian uang sebesar Rp146 miliar.

Sementara itu, untuk kasus lainnya Najib diduga melakukan pencucian uang dengan menerima tiga kali transfer terpisah dalam jumlah besar. Masing-masing satu kali sebesar Rp94 miliar dan dua kali sebesar Rp34 miliar.

Hingga saat ini pun pengadilan terhadap pria berusia 66 tahun tersebut belum juga rampung sejak mulai pada April 2019 lalu.

Kontroversi skandal kasus tersebut pun berkontribusi besar dalam jatuhnya rezim Najib dan juga Koalisi Barisan Nasional dalam pemilu negara itu pada 2018 silam. Penyelidikan kasus itu pun kembali dibuka usai Najib lengser dari jabatannya.

Terakhir kali, desakan akan kasus tersebut mencuat pada 2015 lalu. Namun, jaksa agung Malaysia saat itu membebaskan Najib dari segala tuduhan dengan dalih uang tersebut merupakan sumbangan pribadi dari keluarga Saudi. Penyelidikan dalam negeri terkait dugaan korupsi 1MDB pun dihentikan.

Sejak saat itu, Najib dan sejumlah orang terdekatnya, termasuk sang istri dan anak, terus menjadi subjek penyelidikan. Aparat Malaysia bahkan telah menyita barang-barang mewah Najib dan istri. (mjo/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK