Novel Star Wars: The Rise Of Skywalker Ungkap Asal-usul Rey

CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 06:28 WIB
Novel Star Wars: The Rise Of Skywalker Ungkap Asal-usul Rey Novel Star Wars: The Rise of Skywalker baru-baru ini diketahui mengungkap asal-usul Rey yang dalam film diperankan oleh Daisy Ridley. (Dok. Walt Disney Pictures via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Novel Star Wars: The Rise of Skywalker baru-baru ini diketahui mengungkap asal-usul Rey yang dalam film diperankan oleh Daisy Ridley.

Identitas dari Rey menjadi pertanyaan sejumlah penggemar bahkan usai trilogi ketiga yang membahas asal-usul karakter tersebut rampung ditayangkan.

Sejak awal ia diperlihatkan memiliki kemampuan hebat namun tidak diketahui identitas orang tuanya.


Pada akhir film Star Wars: The Rise Of Skywalker ditunjukkan bahwa ayah Rey adalah anak laki-laki dari Palpatine yang merupakan karakter paling jahat dalam jagat Star Wars.

Akan tetapi, penggemar masih bertanya terkait identitas orang tua Rey. Pasalnya dalam film tidak pernah dijelaskan secara pasti bagaimana Palpatine memiliki anak lelaki.

Meski begitu, dalam novel Star Wars: The Rise of Skywalker, ayah dari Rey disebut bukanlah anak Palpatine, melainkan kloning Palpatine yang tidak sempurna.

Diberitakan ScreenRant, dalam novel diceritakan Rey mendapat penglihatan ketika hendak melawan Palpatine. Pada penglihatan itu ia mengetahui bahwa ayahnya merupakan kloning Palpatine yang gagal.

Dalam novel dijelaskan kloning Palpatine digambarkan sebagai kloning yang tidak cukup identik. Namun kloning itu mampu bertahan hidup yang kemudian berketurunan menghasilkan Rey.

Sebelumnya, film Star Wars: The Rise Of Skywalker mendapat ulasan buruk karena cerita yang terasa memaksakan. Salah satunya adalah orang tua Rey yang ternyata anak laki-laki Palpatine.

Karakter Palpatine sendiri sudah muncul dalam dua trilogi Star Wars sebelumnya. Ia diceritakan mati dalam Star Wars: A New Hope (1977) setelah dibunuh oleh Dart Vader. Tiba-tiba dalam The Rise of Skywalker ia bangkit dari kematian.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah kritik berdatangan terkait cerita tersebut. Palpatine dianggap tidak perlu dihidupkan kembali untuk memberi tahu bahwa ia adalah kakek dari Rey.

Penulis naskah, dalam hal ini Chris Terrio dan J.J. Abrams, dinilai mestinya mampu menceritakan hal itu dengan cara yang lebih elegan.

Ragam kritikan yang datang membuat Star Wars: The Rise Of Skywalker menjadi film Star Wars dengan ulasan terburuk versi Rotten Tomatoes. Laman agregator itu memberi nilai sebesar 52 persen untuk film yang disutradarai oleh J.J Abrams tersebut. (adp/end)