Label Independen Galang Dana untuk APD Tim Medis saat Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 16:01 WIB
Label rekaman independen Kolibri Rekords menggalang dana untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis yang menangani wabah virus corona. Ilustrasi APD. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Jakarta, CNN Indonesia -- Label rekaman independen Kolibri Rekords menggalang dana untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis yang menangani wabah virus corona.

"Kolibri Rekords menggalang donasi untuk membantu penyaluran APD bagi garda terdepan kita (Dokter, Tenaga Medis & Kesehatan, Tenaga Pengamanan, dll) di seluruh Indonesia yang dalam periode krisis COVID-19 ini sangat membutuhkannya karena ketersediaan yang semakin menipis," demikian pernyataan Kolibri Rekords melalui Instagram.

Kolibri Rekords menggalang dana dengan menjual CD album kompilasi yang dipatok seharga Rp60 ribu. Hasil penjualan nantinya akan disumbangkan melalui donasi terbuka gagasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


[Gambas:Instagram]

Pengelola Kolibri Rekords, Daffa Andika, mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa ide galang dana muncul sejak Indonesia terpapar virus corona.

Awalnya, musisi yang tergabung dalam Kolibri Rekords iseng membuat lagu untuk dipamerkan lewat grup pesan singkat. Dari situ, mereka berpikir untuk menggarap lagu serius untuk penggalangan dana.

Lagu-lagu tersebut akhirnya dikompilasi dalam satu album. Bertajuk City Rockdown, album itu berisi delapan lagu dari band naungan Kolibri Rekords, yaitu ATSEA, Bedchamber, Circarama, Flowr Pit, Gizpel, Grrrl Gang, Jirapah, dan Low Pink.

"Delapan lagu itu kami pilih dari seri mini album City Rockdown yang dirilis secara digital setiap pekan selama empat pekan, mulai dari 24 Maret kemarin," kata Daffa pada Rabu (1/4).

Ia melanjutkan, "Setiap pekan ada lima lagu dalam mini album itu, dengan rincian dua lagu dari band naungan Kolibri dan tiga dari personel Kolibri yang bukan musisi. Hanya lagu dari musisi yang masuk album kompilasi."

Album kompilasi tersebut baru rampung pada 14 April mendatang, setelah perilisan seri mini album setiap pekan selesai. Namun, album fisik baru diedarkan setelah pandemi virus corona usai.

"Sampai saat ini, sudah terjual sekitar 100 CD. Sudah dapat sekitar Rp6 juta. Dari awal target kami tidak banyak. Penjualan ini sesuai ekspektasi kami. Kemarin malam sudah kami tutup penjualan," kata Daffa.

Ia berharap pandemi virus corona berakhir saat penggarapan album kompilasi City Rockdown. Dengan begitu, mereka bisa langsung mengedarkan album tersebut.

"Kalau ternyata pandemi belum berakhir dan masih butuh donasi, kenapa enggak (kami donasi lagi)? Mudah-mudahan nanti sudah mereda. Amini aja dulu," kata Daffa. (adp/has)