Lakon Preman Parlente yang ditayangkan ini merupakan rekaman dari pementasan pada 2-3 Maret 2018 lalu di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Sebagai tim kreatif, Butet Kartaredjasa, Agus Noor, almarhum Djaduk Ferianto, Viky Sianipar, dan Paulus Simangunsong mengangkat tema Budaya Pop: Dari Lampau ke Zaman Now.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesenian yang tumbuh di wilayah budaya pop, dengan caranya yang unik, sering kali memperlihatkan proses kreativitas sebuah generasi dalam menanggapi perubahan zaman, sekaligus kehendak untuk mengolah tradisi agar terus relevan dengan situasi zaman," kata Agus Noor selaku tim kreatif dan sutradara pementasan Preman Parlente, dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa selain untuk menghibur, penayangan lakon ini juga menjadi bagian dari #NontonTeaterDiRumahAja untuk menambah wawasan para penikmat seni tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia.
Preman Parlente mengangkat kisah cinta sepasang kekasih, Ucok dan Butet, dengan segala lika likunya. Ucok adalah seorang preman yang sangat mencintai seorang perempuan bernama Butet.
Ucok dikenal sebagai penipu ulung, tapi dalam soal cinta, Ucok tak pernah berani berbohong. Ucok memang tak akan pernah mau berbohong kepada pacar dan ibunya.
Suatu ketika, Butet meminta Ucok bertemu dengan ibunya agar hubungan mereka yang telah bertahun-tahun mendapat restu. Atas saran dari kawan-kawan seperjuangan, akhirnya Ucok mengajak Butet datang ke Samosir.
Di Samosir, ada situasi tak terduga. Seorang investor besar ingin menguasai kawasan wisata untuk dijadikan resor mewah. Sang investor menugaskan anak buahnya untuk membujuk dan menghasut warga agar mau menjual tanah mereka.
Preman Parlente. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri) |
Kedatangan Ucok ke Samosir dijadikan jalan untuk mencapai tujuan sang investor dengan cara melakukan konspirasi jahat. Ucok difitnah dan kedatangannya ke Samosir dianggap semata- mata ingin menguasai wilayah itu.
Sang investor juga mencoba merayu Butet dengan cinta dan harta. Pertentangan Ucok dan sang investor tak terhindarkan.
Lakon Preman Parlente dimeriahkan oleh penampilan Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Mery Sinaga, Louise Sitanggang, Flora Simatupang, Alsant Nababan, Trio GAM (Joned, Wisben, dan Dibyo Primus), OBAMA (Orang Batak Marlawak), Sigma Dance Theatre Indonesia, Siantar Rap Foundation, dan Vicky Sianipar Ethnic Ensemble. (agn/has)
Preman Parlente. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)