'Preman Parlente' Cak Lontong Tayang Streaming Akhir Pekan

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 07:18 WIB
Komedian Cak Lontong (tengah), Akbar (kiri) dan Merry Sinaga (kanan) mementaskan lakon Preman Parlente di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (2/3). Preman Parlente bercerita tentang lika liku cinta antara Ucok sang preman serta penipu ulung yang diperankan Cak Lontong dan kekasihnya Butet yang diperankan penyanyi Louise Sitanggang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/18. Pertunjukan teater Preman Parlente yang menampilkan aksi Cak Lontong bakal tayang secara streaming pada akhir pekan ini. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertunjukan teater Preman Parlente yang menampilkan aksi Cak Lontong bakal tayang secara streaming pada akhir pekan ini.

Lakon Preman Parlente yang ditayangkan ini merupakan rekaman dari pementasan pada 2-3 Maret 2018 lalu di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sebagai tim kreatif, Butet Kartaredjasa, Agus Noor, almarhum Djaduk Ferianto, Viky Sianipar, dan Paulus Simangunsong mengangkat tema Budaya Pop: Dari Lampau ke Zaman Now.


Pergelaran ini dianggap sebagai wujud berpendapat bahwa kebudayaan, dengan seluruh hasil karya ciptanya, merupakan sebuah proses penciptaan yang terus-menerus berlangsung, mengikuti pola pikir masyarakat.

"Kesenian yang tumbuh di wilayah budaya pop, dengan caranya yang unik, sering kali memperlihatkan proses kreativitas sebuah generasi dalam menanggapi perubahan zaman, sekaligus kehendak untuk mengolah tradisi agar terus relevan dengan situasi zaman," kata Agus Noor selaku tim kreatif dan sutradara pementasan Preman Parlente, dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Pernyataan itu berlanjut, "Budaya pop merupakan suara zaman yang menandai kegelisahan dan pencarian. Budaya pop tak hanya soal mengemas ide menjadi lebih populer, tetapi juga sebuah cara sebuah generasi mengidentifikasi diri dan persoalan zamannya."

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa selain untuk menghibur, penayangan lakon ini juga menjadi bagian dari #NontonTeaterDiRumahAja untuk menambah wawasan para penikmat seni tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia.

Preman Parlente mengangkat kisah cinta sepasang kekasih, Ucok dan Butet, dengan segala lika likunya. Ucok adalah seorang preman yang sangat mencintai seorang perempuan bernama Butet.

Ucok dikenal sebagai penipu ulung, tapi dalam soal cinta, Ucok tak pernah berani berbohong. Ucok memang tak akan pernah mau berbohong kepada pacar dan ibunya.

Suatu ketika, Butet meminta Ucok bertemu dengan ibunya agar hubungan mereka yang telah bertahun-tahun mendapat restu. Atas saran dari kawan-kawan seperjuangan, akhirnya Ucok mengajak Butet datang ke Samosir.

Di Samosir, ada situasi tak terduga. Seorang investor besar ingin menguasai kawasan wisata untuk dijadikan resor mewah. Sang investor menugaskan anak buahnya untuk membujuk dan menghasut warga agar mau menjual tanah mereka.
Sejumlah komedian mementaskan lakon Preman Parlente di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (2/3). Preman Parlente bercerita tentang lika liku cinta antara Ucok sang preman serta penipu ulung yang diperankan Cak Lontong dan kekasihnya Butet yang diperankan penyanyi Louise Sitanggang.Preman Parlente. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Di sana, ada pemuda-pemuda baik, ada pula preman. Sang investor mencoba memberi janji-janji kepada para preman untuk mengumpulkan kekuatan dan menguasai warga. Kekuatan uang sang investor akhirnya bisa membuat para preman mendukungnya.

Kedatangan Ucok ke Samosir dijadikan jalan untuk mencapai tujuan sang investor dengan cara melakukan konspirasi jahat. Ucok difitnah dan kedatangannya ke Samosir dianggap semata- mata ingin menguasai wilayah itu.

Sang investor juga mencoba merayu Butet dengan cinta dan harta. Pertentangan Ucok dan sang investor tak terhindarkan.

Lakon Preman Parlente dimeriahkan oleh penampilan Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Mery Sinaga, Louise Sitanggang, Flora Simatupang, Alsant Nababan, Trio GAM (Joned, Wisben, dan Dibyo Primus), OBAMA (Orang Batak Marlawak), Sigma Dance Theatre Indonesia, Siantar Rap Foundation, dan Vicky Sianipar Ethnic Ensemble. (agn/has)