Ramai Tuduhan Adegan Pelecehan Seksual di Drama Korea

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 10:04 WIB
It's Okay to Not Be Okay It's Okay to Not Be Okay mendapat 50 komplain di laman resmi Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC) karena dianggap menampilkan pelecehan seksual. (dok. Chun Youngsang for Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah drama Korea yang tengah tayang saat ini mendapatkan kritikan dari warganet Korea Selatan, mulai dari Backstreet Rookie hingga It's Okay to Not Be Okay, drama terbaru Kim Soo-hyun.

It's Okay to Not Be Okay mendapat 50 komplain di laman resmi Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC) karena dianggap menampilkan pelecehan seksual.

Dalam episode 3 yang tayang pada 27 Juni, Moon-young (Seo Yea-ji) masuk ruang ganti laki-laki dan melihat Gang-tae (Kim Soo-hyun) yang hendak berganti pakaian. Moon-young juga menyentuh badan Gang-tae di luar kemauannya.


Moon-young memang digambarkan sebagai pengidap gangguan kepribadian yang mendorongnya terus menganggap Gang-tae sebagai sebuah keindahan dan memperlakukan laki-laki itu sebagai miliknya.

Terkait komplain, pejabat KCSC mengatakan pertimbangan untuk It's Okay to Not Be Okay belum diputuskan.

Sementara itu, KCSC kebanjiran keluhan dari warganet Korea Selatan terhadap penayangan Backstreet Rookie, drama terbaru Ji Chang-wook bersama Kim Yoo-jung.

Banyak hal memicu keluhan warganet bahkan dari sebelum drama tersebut tayang. Salah satunya adalah kekhawatiran adegan seksual dalam drama. Sebab, Backstreet Rookie sejatinya hasil adaptasi komikweb yang memang memiliki banyak adegan dewasa.

Komikweb yang memiliki judul serupa tersebut berisikan objektifikasi seksual perempuan di bawah umur, termasuk menonjolkan romansa antara karyawan di bawah umur dengan laki-laki dewasa yang menjadi manajer di tempat kerjanya.

Kala itu, Sutradara Lee Myung-woo memastikan Backstreet Rookie merupakan drama yang bisa ditonton semua umur bahkan bersama keluarga.

"Kami hanya mengambil energi positif dari dua karakter utama dalam komik," tutur Lee Myung-woo beberapa waktu lalu.

[Gambas:Youtube]



Tapi, komplain terus mengalir ketika episode pertama drama tersebut tayang. Warganet menyoroti adegan perempuan di bawah umur yang menggoda laki-laki dewasa hingga menggambarkan prostitusi yang dilarang oleh hukum Korea Selatan.

Hal tersebut berujung pada lebih dari 6.000 keluhan masuk ke KCSC. Tak sedikit dari keluhan tersebut mendesak supaya penayangan Backstreet Rookie dihentikan.

Belum juga permasalahan tersebut ditanggapi oleh SBS selaku saluran televisi yang menayangkan drama itu, Backstreet Rookie kini dihadapkan dengan tudingan adegan rasial dalam episode kelima.

Dalam episode tersebut, seorang pria memperkenalkan dirinya sebagai orang Nigeria ketika bertemu dengan warga Korea yang memiliki rambut gimbal.

Keduanya langsung berpelukan karena merasa dari keluarga Jamaika yang sama dan bernyanyi dengan melodi yang sulit dimengerti.

Adegan itu memicu emosi penonton terutama dari warga negara asing. Komentar-komentar pedas disampaikan di media sosial.

"Ini sangat stereotip. Mereka benar-benar berpikir setiap orang Afrika sama. Saya jijik dengan fakta bahwa drama ini dibuat pada 2020," tulis salah satu komentar seperti dilansir Korea Herald.

Profesor Sastra Korea Yun Suk-jin menyoroti beberapa kekeliruan dari tim produksi kedua drama tersebut.

Ia menilai ketidaksesuaian tingkat kepekaan antara produser televisi dengan pemirsa muda membuat It's Okay to Not Be Okay mendapat kritik terkait adegan Moon-young dan Gang-tae di ruang ganti.

"Ekspresi sensitivitas gender itu tak terlalu dikenal oleh masyarakat. Meski kesetaraan gender telah berkembang dengan cepat baru-baru ini, itu tidak ditunjukkan dalam produksi drama," tutur Yun Suk-jik.

[Gambas:Youtube]



"Keputusan untuk diam dari para produsen didorong perjuangan mereka mendapatkan rating penonton. Sehingga tercipta lah adegan tidak pantas itu," Yun menjelaskan.

Sementara itu, pengkritik drama Korea tersebut berpendapat kekeliruan mendasar dalam drama Backstreet Rookie adalah keyakinan tim produksi dapat menyublimasi elemen-elemen bermasalah dan unsur dewasa dalam komikweb menjadi dark comedy di layar kaca.

"Pemikiran bahwa bisa menyesuaikan konten asli dengan drama itu adalah sebuah kesalahan," kata Yun Suk-jin.

(chri/end)