Bioskop Shanghai Dapat Suntikan Dana Rp37,2 M dari Pemerintah

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 12:09 WIB
Interior of empty dark cinema with rows of red seats with cup holders and popcorn. Concept of entertainment. 3d rendering toned image Ilustrasi. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bioskop-bioskop di Shanghai, China, mendapatkan bantuan dana 18 juta yuan atau sekitar Rp37,2 miliar dari pemerintah untuk mencegah penutupan permanen di tengah pandemi Covid-19.

Komisi Film Kota Shanghai merilis 345 bioskop yang akan menerima subsidi tersebut pada Rabu (8/7). Jumlah bantuan yang diberikan ke tiap bioskop berbeda-beda, disesuaikan dengan total penjualan tiket pada 2019 serta jumlah layar yang beroperasi.

Berdasarkan daftar tersebut, bioskop yang menerima bantuan dana dimulai dari berskala kecil hingga multipleks.


Perfilman dan bioskop menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak wabah virus corona. Virus tersebut pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.

Ketika wabah meluas pada awal tahun ini, lebih dari 70 ribu layar bioskop di China tak beroperasi, diikuti negara-negara lain.

Pada awal Mei, pemerintah China mengumumkan fasilitas hiburan ruang tertutup, seperti bioskop dan live music, bisa dibuka kembali secara nasional.

Namun, kondisi berubah ketika kasus Covid-19 di Beijing meningkat pada awal Juni. Peningkatan itu berdampak pada rencana pengoperasian kembali tempat hiburan.

Melansir The Hollywood Reporter, Festival Film Internasional Shanghai awalnya direncanakan bakal digelar akhir Juli apabila bioskop sudah mendapat lampu hijau untuk beroperasi kembali. Namun, Dewan Perfilman China masih tutup mulut mengenai hal itu.

Sementara itu, pihak bioskop sudah berulang kali berteriak mengenai kesulitan keuangan. Meski tidak menayangkan film, mereka harus tetap melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan dan studio.

"Kami harus mengeluarkan dana untuk pemeliharaan rutin peralatan serta desinfeksi studio dan semua ruangan," kata manajer bioskop Shanghai Film Co, Song Lihua.

Pada April, Dewan Perfilman China berjanji membantu industri mereka dengan keringanan pajak untuk perusahaan produksi, distribusi, dan pameran. Namun, bantuan tersebut ternyata sama sekali tak menutupi kerugian.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Asosiasi Film China sempat membuat survei yang menunjukkan 42 persen jaringan bioskop di China menghadapi tantangan serius yang berpotensi penutupan secara permanen.

Selain China, pemerintah Korea Selatan juga menyuntikkan dana untuk mempertahankan industri film dan bioskop. Subsidi diberikan dalam bentuk potongan harga lebih dari 60 persen sehingga menarik perhatian banyak penonton untuk ke bioskop pada akhir pekan.

Pemerintah Korea Selatan juga memotong iuran rutin bioskop lebih dari 90 persen dan tak memberikan sanksi apabila pengelola tak bisa membayar tepat waktu.

(chri/has)