Inggris Hapus Mural Masker Banksy di Kereta Bawah Tanah

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 09:00 WIB
Banksy di London Badan transportasi London (TfL) menghapus mural karya seniman misterius Banksy mengenai kontroversi penggunaan masker yang ia guratkan di kereta bawah tanah. (Screenshot dari Instagram @banksy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan transportasi London (TfL) menghapus mural karya seniman misterius Banksy mengenai kontroversi penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19, yang ia guratkan di kereta bawah tanah.

TfL mengonfirmasi kepada CNN bahwa mereka menghapus karya tersebut "beberapa hari lalu" karena melanggar kebijakan anti-grafiti.

Meski demikian, mereka mengapresiasi kepedulian dan pesan yang ingin disampaikan oleh Banksy. Mereka pun ingin "menawarkan Banksy kesempatan untuk membuat versi baru pesannya bagi konsumen mereka di lokasi yang lebih pantas."


Banksy sendiri sempat merekam aksinya saat membuat mural tersebut. Dalam video yang diunggah di Instagram itu, Banksy awalnya terlihat memasuki kereta bawah tanah Inggris menggunakan pakaian petugas pembersih, membawa tabung seperti untuk menyemprotkan cairan.

Alih-alih disinfektan, tabung itu ternyata berisi cat. Banksy lantas menyemprotkan cat itu, menggambar tikus yang menyemburkan bersin ke kaca kereta bawah tanah.

Ia kemudian melanjutkan mural tikusnya di beberapa sudut kereta lainnya. Ada tikus yang menutupi wajahnya dengan masker. Ada pula yang menggunakan masker sebagai alat paralayang.

Di akhir video, terlihat gambar seekor tikus memegang hand sanitizer ke arah bawah. Di bawah tikus tersebut, Banksy menggambar mural namanya dengan ukuran besar, kemudian keluar dari kereta bawah tanah.

Pintu kereta terbuka, dan di tembok stasiun tempat Banksy berhenti terlihat tulisan, "I got lockdown." Ketika pintu kereta tertutup kembali, terlihat mural tikus dengan tulisan di atasnya, "But I get up again."

Video lantas ditutup dengan lagu Tubthumping karya Chumbawamba yang liriknya berbunyi, "I get knocked down, but I get up again."

[Gambas:Instagram]

Sebagaimana dilansir The Guardian, Banksy melakukan aksinya ini di tengah perdebatan di Inggris mengenai penggunaan masker.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan kewajiban menggunakan masker di ruang tertutup, seperti pertokoan.

Namun dua hari kemudian, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan bahwa pemerintah seharusnya tak mencanangkan kebijakan itu karena dapat membuat masyarakat merasa leluasa dan bebas berkeliaran di toko di tengah pandemi.

(has/has)