Di Tengah Pandemi, Promotor Musik Indonesia Bentuk Asosiasi

CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2020 16:41 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah promotor Indonesia memutuskan untuk membentuk asosiasi untuk membahas isu seputar pertunjukan musik. Ilustrasi. (Unsplash/Desi Mendoza)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah promotor Indonesia memutuskan untuk membentuk asosiasi untuk membahas isu seputar pertunjukan musik.

Project & Creative Director Berlian Entertainment, Dino Hamid, selaku ketua panitia pembentukan Asosiasi Promotor Indonesia (APMI) mengatakan bahwa para promotor mulai serius membicarakan rencana ini sekitar Maret lalu.

"Kondisi Covid membuat rencana pembentukan asosiasi ini berjalan. Setahu saya, sejak dulu belum ada asosiasi promotor musik di Indonesia yang resmi," ujar Dino kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/7).


Di saat bersamaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menginginkan keberadaan asosiasi promotor musik. Sejak saat itu, sebanyak lima orang dari lima perwakilan promotor musik mulai bergerak.

"Beberapa waktu lalu kami diskusi dengan Kemenparekraf, nambah dua orang hingga menjadi tujuh. Untuk pembentukan ini enggak perlu banyak orang supaya efektif," kata Dino.

Menurut Dino, saat ini proses pembentukan sudah sekitar 50 persen. Mereka masih mengembangkan AD/ART, juga visi dan misi asosiasi.

"Setelah itu selesai, kami akan mengurus legalitas, diurus tim hukum kami. Bentuk asosiasi ini perkumpulan non komersial," ucapnya.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dino mengatakan bahwa salah satu tugas besar APMI nantinya adalah membuat program acara, baik sebelum dan sesudah vaksin Covid-19 ditemukan.

"Pademi Covid-19 telah memberikan dampak yang besar dan mengubah preferensi masyarakat dalam berkegiatan, yakni lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan," demikian kutipan siaran pers tersebut.

Meski belum resmi terbentuk, panitia sendiri sebenarnya sudah mulai membahas isu jangka pendek sejak Maret lalu, salah satunya mencari solusi cara industri pertunjukan musik bisa bertahan di tengah pandemi.

Dino mengatakan bahwa saat ini kegiatan panitia pembentukan APMI masih bersifat reaktif. Mereka baru mencari solusi bersama ketika masalah muncul, bukan melakukan atau menyiapkan mitigasi masalah.

"Kami berharap APMI resmi terbentuk pada September. Kalau sudah resmi nanti, kami akan membuka keanggotaan dan membahas isu yang bersifat jangka panjang," kata Dino.

Ia belum bisa menjelaskan secara pasti jumlah anggota yang dibutuhkan. Jumlah anggota akan disesuaikan dengan lima pilar yang dijalankan APMI, yaitu sosialisasi, komunikasi, diskusi, edukasi, dan distribusi.

[Gambas:Video CNN]

Bila sudah terbentuk, APMI akan mengajak lebih banyak pihak untuk bergabung, tak terkecuali promotor-promotor skala kecil yang biasa berkecimpung di ranah musik independen.

Lebih lanjut, Dino menjelaskan bahwa kehadiran APMI sangat penting bagi promotor dan industri pertunjukan musik Indonesia. Dengan keberadaan APMI, posisi promotor musik menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

"Saya merasakan saat ini kalau bersuara ke pemerintah atas nama perusahaan kurang efektif. Harusnya bersuara lewat asosiasi. Kami ternyata butuh wadah satu pintu untuk komunikasi dengan stakeholder, baik pemerintah atau dunia internasional," kata Dino.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani, pun menyambut pembentukan APMI.

"(Keberadaan asosiasi) Sejalan dengan tugas dan fungsi bidang Event Kemenparekraf, di antaranya mendukung event-event daerah, membesarkan event nasional, serta membawa event internasional ke dalam negeri," kata Rizki melalui siaran pers.

(adp/has)