Inggris Kucurkan Asuransi Produksi Film Rp9,4 T saat Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 07:00 WIB
Pemerintah Inggris mengucurkan dana darurat setara Rp9,4 triliun untuk asuransi kerugian bagi tim produksi film dan serial selama pandemi Covid-19. Ilustrasi. (Istockphoto/EvgeniyShkolenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris mengucurkan dana darurat senilai 500 juta pound sterling atau setara Rp9,4 triliun untuk biaya asuransi kerugian bagi tim produksi film dan serial yang tercekik di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Kebudayaan Inggris, Oliver Dowden, mengatakan bahwa melalui program Skema Mulai Kembali Produksi Televisi dan Film ini, pemerintah akan bertindak seperti perusahaan asuransi komersial.

Mereka menawarkan bantuan produksi jika tim serial atau film yang bersangkutan mengalami kerugian sebagai imbas dari pandemi Covid-19.


"Pemerintah akan mengisi kekosongan karena ketiadaan asuransi yang mau menutupi kerugian yang terkait dengan virus corona, baik itu karena penyakit para pemeran dan kru atau penundaan syuting serta gangguan lainnya akibat upaya melawan virus itu," demikian pernyataan pemerintah Inggris.

Para produser serial dan film di Inggris menyambut baik bantuan pemerintah ini. Mereka menganggap bantuan ini bak angin segar karena tim produksi berbagai tayangan memang sedang bingung.

Kepala Eksekutif Aliansi Film dan Televisi Inggris, John McVay, mengatakan bahwa tim produksi sebenarnya sudah ingin memulai kembali syuting ketika pemerintah melonggarkan aturan jaga jarak di tengah pandemi beberapa waktu lalu.

Namun, mereka enggan melanjutkan produksi karena tak ada satu pun perusahaan asuransi yang mau menjamin ganti rugi jika ada masalah di tengah proses tersebut.

"Asuransi produksi merupakan bagian fundamental ketika kalian membuat program televisi atau film. Jika kalian ingin membuat sesuatu dengan dampak dan ambisi besar-dan Inggris terkenal dengan semua aspek itu-kalian tidak dapat melakukannya tanpa asuransi," ujar McVay seperti dikutip The Guardian.

Kini, McVay pun bersyukur karena pemerintah mendengarkan keluh kesah tim produksi setelah serangkaian perbincangan panjang beberapa bulan belakangan.

"Ini merupakan buah dari perjuangan panjang. Bantuan ini akan membuat orang-orang kembali bekerja dan industri berjalan lagi," katanya.

(has/has)