DC Kena Imbas Pengurangan Pegawai WarnerMedia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 04:14 WIB
Keputusan WarnerMedia untuk merumahkan 800 pegawainya nyatanya berdampak besar pada DC, baik DC Comics maupun layanan streaming DC Universe. Keputusan WarnerMedia untuk merumahkan 800 pegawainya nyatanya berdampak besar pada DC, baik DC Comics maupun layanan streaming DC Universe. (DC Comics via wikimedia commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan WarnerMedia untuk merumahkan 800 pegawainya pada Senin (10/8) nyatanya berdampak besar pada DC, baik untuk DC Comics maupun platform streaming DC Universe.

Sejumlah petinggi inti DC terkena pengurangan pegawai, di antaranya pemimpin redaksi Bob Harris, wakil presiden bagian strategi publisis Hank Kanalz, dan editor cerita senior Brian Cunningham.

Menurut sumber dalam perusahaan konten superhero itu kepada Hollywood Reporter, hampir sepertiga dari struktur editorial DC kena keputusan lay-off tersebut.


Sumber dalam tersebut juga mengatakan bahwa sebagian besar dari staf layanan streaming DC Universe juga dirumahkan. Keputusan itu diduga dibuat karena WarnerMedia ingin fokus pada pengembangan HBO Max.

"DC Universe bakal tamat begitu merger dengan AT&T terjadi," kata sumber tersebut.

DC Universe diluncurkan pada Mei 2018 dan merupakan rumah dari sejumlah serial live-action DC, yaitu Doom Patrol, Titans, dan Stargirl yang baru akan dikembangkan ke musim kedua.

Selain itu, ada pula proyek animasi yang Young Justice dan Harley Quinn yang bernaung dalam layanan streaming tersebut.

Di sisi lain, sumber berbeda mengatakan kepada Variety bahwa perampingan tenaga dalam WarnerMedia tersebut justru akan membuat DC berkembang.

Hal itu karena kepala kreatif DC, Jim Lee akan bertanggung jawab memastikan perkembangan kreatif segala yang terkait dengan perusahaan konten tersebut.

Baik Hollywood Reporter maupun Variety menyebut juru bicara DC menolak berkomentar terkait kebijakan pengurangan pekerja WarnerMedia.

Sebelumnya pada Senin (10/8), WarnerMedia sebagai perusahaan induk konten hiburan dan media masa yang menaungi HBO, Cinemax, Warner Bros., DC Comics, dan New Line Cinema mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawan mereka.

Kebijakan itu disebut diambil sebagai langkah reorganisasi secara besar-besaran.

Tercatat, sebanyak 800 orang dirumahkan dari berbagai level, termasuk para pejabat tinggi yang telah berpuluh tahun bekerja untuk perusahaan tersebut. Salah satunya adalah Jeffrey Schlesinger, presiden Warner Bros. Worldwide Television Distribution.

"Ini sudah menjadi 37 tahun yang luar biasa, dengan 26 tahun di antaranya sebagai presiden distribusi televisi internasional, mencakup enam merger, bepergian jutaan kilometer, ribuan program terjual, dan miliaran dolar telah dihasilkan," kata Schlesinger, dikutip dari Variety.

"Pada akhirnya, butuh pandemi global dan reorganisasi secara menyeluruh dari perusahaan sampai saya tersandung pada rintangan terakhir," lanjutnya.

(end)

[Gambas:Video CNN]