Demi Video WAP, Cardi B Rogoh Rp1,4 M untuk Tes Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 15:35 WIB
Cardi B merogoh kocek yang tak sedikit demi bisa syuting video klip WAP bersama Megan Thee Stallion yang rilis pada 5 Agustus lalu. Cardi B merogoh kocek yang tak sedikit demi bisa syuting video klip WAP bersama Megan Thee Stallion yang rilis pada 5 Agustus lalu. (Jamie McCarthy/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cardi B merogoh kocek yang tak sedikit demi bisa syuting video klip WAP bersama Megan Thee Stallion yang rilis pada 5 Agustus lalu. Ia merogoh duit US$100 ribu atau Rp1,4 miliar untuk mengetes Covid-19 para kru video tersebut.

Dalam wawancara engan i-D, Cardi mengakui bahwa bujet raksasa tersebut ia keluarkan demi mematuhi protokol kesehatan dan mewujudkan video single yang ia impikan.

"Aneh rasanya syuting video saat corona," kata Cardi. "Kami harus menghabiskan US$100 ribu hanya untuk uji kesehatan para kru. Semua orang di set dites corona,"


"Semuanya benar-benar berubah karena pandemi. Saya dulu konstan melakukan tur, kini saya sebagian besar berada di rumah dengan anak saya,"

"Semuanya yang telah saya rencanakan tahun ini harus dijadwalkan ulang dan hanya Tuhan yang tahu kapan bisa terwujud. Ini gila, parah," katanya.

Cardi B juga membahas soal kemunculan hewan eksotik dalam video tersebut yang menuai kontroversi, seperti ular dan harimau.

"Kami punya seekor harimau dan leopard di sana. Namun kami tidak syuting dengan hewan itu karena faktor keamanan dan karena pandemi. Kami menggabungkan adegan-adegan itu," kata Cardi B.

Cardi B sebelumnya pernah dihardik oleh bintang serial Tiger King, Carole Baskin karena rapper itu mempromosikan gagasan memelihara hewan eksotik seperti harimau.

"Itu membuat semua pengikut artis macam ini, yang belum tahu lebih baik, ingin melakukan hal yang sama," kata Baskin dalam pernyataannya, dikutip dari ET.

"Itu tak akan pernah berhasil dan hewan-hewan itu akan mati atau berakhir di penampungan atau, lebih buruk lagi, pabrik pembiakan," katanya.

Baskin menyebut ide memelihara hewan eksotis tersebut amat berbahaya, bukan hanya untuk hewan itu, tetapi juga untuk masyarakat. Insiden lepas dari kandang dan masuk ke pemukiman amat mungkin terjadi.

[Gambas:Youtube]



(end)

[Gambas:Video CNN]