Inggris Sukses Buka Arena Konser Berkonsep Jaga Jarak Pertama

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 18:30 WIB
Inggris sukses membuka tempat konser terbuka pertama yang mengusung konsep jaga jarak di tengah pandemi penyakit akibat virus corona atau Covid-19. Inggris sukses membuka tempat konser terbuka pertama yang mengusung konsep jaga jarak di tengah pandemi penyakit akibat virus corona atau Covid-19. (AP/Owen Humphreys)
Jakarta, CNN Indonesia --

Inggris sukses membuka arena konser terbuka pertama yang mengusung konsep jaga jarak di tengah pandemi penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

Pembukaan arena yang terletak di Gosforth Park, Newcastle, ini dirayakan dengan konser dengan bintang tamu utama musisi asal Inggris, Sam Fender, pada Selasa (12/8) malam.

Arena tersebut dapat menampung 2.500 penonton yang terbagi ke dalam 500 tempat khusus yang disekat pagar. Panitia memberikan jarak dua meter untuk tiap area yang bisa menampung maksimal lima orang.


"Kawasan kita hebat karena menjadi pionir dan saya harap dapat melanjutkannya selama pandemi. Tentu tidak akan menjadi konser seperti biasanya, tapi kita harus melakukan apa yang kita bisa," ujar Fender seperti dikutip Variety.

Ia juga berkata, "Saya akan merindukan orang yang berkerumun langsung di depan panggung, tapi mereka akan datang nantinya. Mereka akan datang ketika kita sudah bisa melakukannya."

Fans occupy separate pens to force social distancing, ahead of the Sam Fender rock concert at the Virgin Money Unity Arena, a pop-up venue for the gig in Gosforth Park, Newcastle, northern England, Tuesday Aug. 11, 2020.  Fans in groups of up to five people will watch the show from 500 separated zones at what the promoters say is the world's first socially-distanced COVID-19 gig. (Owen Humphreys/PA via AP)Arena penonton konser. (AP/Owen Humphreys)

Media setempat melaporkan bahwa konser pertama dengan konsep jaga jarak di Inggris ini terbilang sangat sukses.

Pihak penyelenggara konser dari SSD Concerts memikirkan setiap aspek pertunjukan agar dapat menerapkan kebijakan jaga jarak dengan optimal.

Salah satu aspek terpenting adalah akses ke lokasi, terutama jalan menuju area utama yang diatur sedemikian rupa agar penonton tak saling berpapasan.

Mereka juga dapat membeli makanan dan minuman dengan sistem pemesanan. Nantinya, pesanan mereka akan diantarkan langsung ke tempat menonton masing-masing.

Setelah kesuksesan Fender, sederet musisi lain juga dijadwalkan tampil di lokasi Virgin Money Unity Arena tersebut, di antaranya Von Morrison, Maximo Park, serta komedian Jimmy Carr dan Bill Bailey.

Melihat kesuksesan konser ini, para pencinta musik di Amerika Serikat tertantang untuk membuat konsep serupa. Banyak dari mereka membandingkannya dengan konsep drive-in yang dianggap gagal di AS.

Kegagalan itu terbukti saat The Chainsmokers menggelar konser drive-in pada akhir Juli lalu. Konser itu sebenarnya dirancang dengan penerapan social distancing, di mana penonton menyaksikan penampilan musisi dari dalam mobil.

Penonton juga bisa menyaksikan dari luar mobil, tapi tetap berada di area tempat parkir yang sudah ditandai untuk satu mobil seluas 6x6 meter atau 6x4,5 meter.

Selama konser berlangsung, penonton hanya diperbolehkan keluar dari batas tersebut jika ingin ke toilet. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker gratis yang diberikan sebelum konser berlangsung.

Namun, tim produksi dianggap gagal menerapkan aturan itu di lapangan. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan para penonton keluar dari mobil dan berkerumun, bahkan beberapa di antaranya tak mengenakan masker.

(has/has)