Gelombang 2 Corona, Bioskop Korea Tutup Lagi dan Potong Gaji

CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 14:15 WIB
Gelombang kedua Covid-19 di Korea Selatan terpaksa membuat sejumlah bioskop tutup bahkan mengurangi gaji karyawannya. Ilustrasi bioskop Korea Selatan. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelombang kedua Covid-19 di Korea Selatan terpaksa membuat sejumlah bioskop tutup bahkan mengurangi gaji karyawannya.

Lotte Cultureworks, salah satu raksasa industri hiburan ritel Lotte Group, bahkan sudah menawarkan pensiun sukarela kepada karyawan jangka panjang. Penawaran tersebut menjadi salah satu upaya restrukturisasi perseroan, termasuk pemecatan pada bulan lalu.

Perusahaan tersebut menaungi Lotte Cinema, satu dari tiga jaringan multipleks terbesar di Korea, serta Lotte Entertainment, rumah produksi sekaligus distributor film.


"Kami terus berupaya mempertahankan pekerjaan lewat pemotongan gaji para eksekutif, cuti yang tak dibayar, pengurangan jam kerja dan penutupan beberapa bioskop," kata seorang pejabat Lotte Cultureworks seperti dilaporkan Yonhap.

Sebelumnya, CGV yang merupakan jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, juga telah mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi krisis keuangan yang disebabkan gelombang kedua wabah virus corona.

Perusahaan yang terafiliasi dengan CJ Group ini telah menawarkan pensiun sukarela kepada karyawan jangka panjang sejak Maret 2020, serta menutup sepertiga dari bioskopnya secara nasional pada April 2020.

Baru-baru ini, CGV juga memutuskan menutup bioskop di Bandara Internasional Incheon sejak Selasa (25/8) sampai waktu yang belum ditentukan.

Langkah tersebut dilakukan karena industri film Korea Selatan terpuruk akibat wabah virus corona sejak akhir Februari 2020.

Dalam periode tujuh bulan pertama 2020, sekitar 38 juta orang yang menonton bioskop di Korea Selatan. Angka itu tak sampai sepertiga dari pengunjung dalam periode yang sama pada 2019 yang mencapai 131,2 juta orang.

Pendapatan gabungan bioskop Korea pada tahun ini pun jatuh 70 persen menjadi 321 miliar won atau Rp3,92 triliun (1 won=Rp12,22). Perolehan dalam periode tujuh bulan terakhir tersebut terjun bebas dari sebelumnya sebesar 1,12 triliun won atau Rp13,69 triliun pada tahun lalu.

Industri ini sempat mendapat angin segar pada Mei hingga pertengahan Agustus 2020 karena pelonggaran kebijakan jarak sosial serta perilisan film hit musim panas yang disambut baik oleh masyarakat.

Film laga zombie Train to Busan 2: Peninsula dan film thriller kriminal Deliver Us From Evil membantu orang-orang kembali ke bioskop. Box office bulanan naik tajam menjadi 5,61 juta untuk Juli dan 8,28 juta untuk Agustus, dari sebelumnya 1,83 juta pada Maret serta 970 ribu pada April.

Infografis Pasang Surut Perfilman Korea kala Diterpa Corona.Infografis Pasang Surut Perfilman Korea kala Diterpa Corona. (CNN Indonesia/Timothy Loen)

Tetapi kondisi baik tersebut tak bertahan lama akibat gelombang kedua Covid-19 di Korea, yang ditandai dengan peningkatan kasus baru secara signifikan di Seoul pada pertengahan Agustus.

Kini Korea Selatan melaporkan sekitar 300 kasus baru setiap hari dalam beberapa minggu terakhir karena infeksi kluster secara sporadis. Catatan tertinggi dalam enam bulan terakhir, 441 kasus, dilaporkan pada Kamis (27/8).

Hal tersebut langsung berpengaruh pada penjualan tiket bioskop. Pada awal Agustus, sekitar 300 ribu tiket terjual per hari. Namun, penjualan langsung menurun menjadi 100 ribu tiket terjual per hari pada pertengahan Agustus 2020.

Di saat yang sama, film-film terkenal yang menargetkan perilisan pada musim gugur atau jelang akhir tahun telah menunda jadwal rilis untuk menghindari kemerosotan penjualan akibat virus corona, mulai dari film petualangan fiksi ilmiah Space Sweepers, hingga film kriminal komedi The Golden Holiday.

Perilisan film live action Mulan dan The New Mutants juga diundur hingga pertengahan September.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]