Iwan Fals Gagal Paham Soal Ribut Kata Anjay

CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 19:25 WIB
Iwan Fals menilai, daripada ribut soal kata anjay, lebih baik fokus pada penegakan kembali protokol kesehatan Covid-19. Iwan Fals menilai, daripada ribut soal kata anjay, lebih baik fokus pada penegakan kembali protokol kesehatan Covid-19. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi kawakan Iwan Fals mempertanyakan kata "anjay" yang belakangan menjadi perbincangan. Ia pun menyebut lebih baik fokus kembali soal penegakan protokol Covid-19 daripada ribut soal masalah per-anjay-an.

"Anjay tu apaan sih kok rame banget?," tulis Iwan lewat akun media sosialnya, @regureg, Senin (7/9).

Ia melanjutkan kicauan, "eh yang bener nih, nanya serius."




Pada kicauan terakhir soal kata "anjay", Iwan mengaku tidak mengerti. Kemudian ia mengatakan lebih baik fokus pada protokol Covid-19 lantaran sudah banyak kegiatan yang bisa menjadi tempat penularan.

"Soal anjay sy gak mudeng, yg penting disiplin protokol covid 19 ditegakkan, kegiatan ekonomi sudah mulai berjalan, orang2 mulai sibuk," tulis Iwan.

Ia melanjutkan, "Jalanan macet lagi, kerumunan politik mulai digelar, sudah banyak yg gak tahan, bosan, "cuek" dgn penularan yg makin menggilee, aammpuuunnn..."



Kata "anjay" menjadi perbincangan sejak aktor Lutfi Agizal mengunggah konten di YouTube yang membahas soal hal tersebut. Dalam video itu, ia mewawancarai ahli bahasa yang menjelaskan bahwa "anjay" berasal dari kata "anjing".

Oleh karena itu Lutfi meminta berhenti menggunakan kata "anjay". Bahkan ia meminta konten kreator menurunkan berbagai konten yang memuat kata tersebut dari sosial media.

Kemudian Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ikut bersuara dengan meminta agar penggunaan kata "anjay" sebagai bahasa pergaulan segera dihentikan. Menurut mereka tersebut dinilai berpotensi pidana.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menilai "anjay" merupakan salah satu bentuk kekerasan. Namun, menurutnya kata "anjay" bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, bila diucapkan sebagai kata ganti ucapan ekspresi kekaguman.

Ahli bahasa dan semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB), Acep Iwan Saidi mengatakan kata "anjay" merupakan diksi yang muncul dalam pergaulan kekinian. "Anjay" menjadi multitafsir karena pemaknaan yang berbeda berdasarkan latar belakang pengetahuan tiap orang.

Menurutnya, dalam semiotika, kata "anjay" terlalu jauh jika disamaartikan dengan anjing. Selain itu, dari sisi bunyi, kata "anjay" dengan "anjing" juga berbeda. Menurutnya, kata "anjay" ini muncul karena plesetan "anjing" menjadi "anjrit".

Saidi menuturkan kata itu awalnya muncul dalam pergaulan masyarakat kelas menengah ke bawah, meski belakangan juga banyak digunakan masyarakat kelas menengah atas. Ia menilai terlalu berlebihan bila orang yang mengatakan "anjay" berpotensi pidana.

(adp/end)

[Gambas:Video CNN]