Teater Ronggeng Srintil Tayang Streaming Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 20:46 WIB
Pertunjukan teater Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng) produksi ArtSwara akan ditayangkan streaming pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, pukul 15.00 WIB. Pertunjukan teater Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng) produksi ArtSwara akan ditayangkan streaming pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, pukul 15.00 WIB. (Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertunjukan teater Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng) produksi ArtSwara akan ditayangkan streaming pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, pukul 15.00 WIB.

Streaming lakon adaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini merupakan hasil rekaman pementasan yang diselenggarakan pada 27- 28 April 2019 di Teater Salihara, Jakarta.

Pementasan ini menampilkan penyanyi Trie Utami yang memainkan 7 karakter, yakni tokoh utama Srintil kecil, remaja dan tua, ke­mudian bapak Srintil (Santayib), ibu Srintil, kakek Srintil, dan pac­ar Srintil (Rasus).


"Saya tertarik mengangkat tentang ronggeng ini ke atas panggung karena pandangan publik tentang ronggeng ini cenderung hanya melihat sisi negatifnya, padahal kita bisa menggali kompleksitas perempuan yang terkandung di dalamnya," ujar Maera, eksekutif produser untuk pementasan ini.

Lakon ini berkisah tentang Srintil yang berumur 11 tahun. Ia dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang meninggal 12 tahun sebelumnya.

Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri.

Dengan segera, Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi, cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten.

Namun, malapetaka politik pada 1965 membawa nasib buruk ke pedukuhan kecil itu. Ronggeng beserta para penabuh calung ditahan. Pedukuhan dibakar.

Hanya karena kecantikannya, Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. Pengalaman pahit sebagai tahanan politik akhirnya membuat Srintil sadar akan hakikatnya sebagai manusia.

Setelah bebas, ia pun berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak mau lagi melayani lelaki manapun dan hanya ingin menjadi perempuan biasa.

Ketika seorang lelaki bernama Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul. Makin lama kian membuncah. Namun, Srintil harus kembali terempas.

"Lakon ini dipentaskan dengan konsep monolog musikal dengan menampilkan fase-fase penting dalam hidupSrintil dengan luka batin yang dialaminya. TokohSrintil menyoroti bagaimana perempuan masih sering terpinggirkan, padahal setiap perempuan harus dihormati, dan dihargai, apapunprofesinya," ujarIswadiPratama, sutradara dalam lakon ini.

Srintil, dok: Bakti Budaya Djarum Foundation.Lakon Srintil. (Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation)

Dia lanjut mengatakan, "Begitu juga dengan ronggeng yang mengajarkan tentang keterbukaan pikiran. Ia merupakan bentuk seni yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan konstruksi sosial dalam tradisi Banyumas."

Sebagaimana tertera dalam siaran pers, pementasan ini juga diproduseri oleh Dian HP, didukung koreografi yang dikonsep oleh Eko Supriyanto serta penata dan penulis musik, Ava Victoria.

Lakon Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng) akan ditayangkan pada Sabtu-Minggu, 19 dan 20 September, pukul 15.00 WIB di saluran YouTube Indonesia Kaya.

(agn/has)