Sosok di Balik Lagu 'Dynamite' BTS yang Menggegerkan Dunia

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 11:16 WIB
Lagu Dynamite yang dinyanyikan BTS merupakan hasil kreasi Jessica Agombar dan David Stewart bersama sejumlah musisi Korea Selatan. BTS. (Dok. Big Hit Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jessica Agombar membeberkan proses pembuatan lagu Dynamite milik BTS yang bisa mencetak sejarah baru Billboard. Lewat lagu tersebut, BTS berhasil menjadi artis Korea Selatan pertama yang menguasai tangga lagu Hot 100 Billboard dan bertahan di sana dua pekan.

Bersama dengan produser musik David Stewart, sosok yang tercatat menjadi penggubah lagu band No Doubt berjudul Underneath It All, Jessica Agombar mengungkapkan Dynamite dibuat untuk menangkap energi serta antusiasme dari idol Korea tersebut dalam durasi 3:45 menit yang penuh kegembiraan.

Ia mengatakan banyak hal yang menjadi faktor pendukung kerja sama itu terjadi hingga membuat Dynamite mencetak sejarah. Dimulai dari kerja sama yang baik dengan David Steward yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.


Kemudian dari pimpinan label, CEO Columbia Records, Ron Perry dan publisher Stellar Songs yang memberi tahu BTS ingin menyiapkan lagu berbahasa Inggris penuh.

"Saya dan David langsung berpikir apa yang mereka perlu katakan saat ini untuk menyemangati dunia? Itu sepertinya perlu penuh energi, bersenang-senang dan harapan," kata Agombar.

"Saya dan David selalu mengatakan punya telepati karena telah bekerja bersama bertahun-tahun. Kami sering mengatakan hal yang sama berbarengan. Ketika menyiapkan lagu ini, kami sama-sama setuju ini perlu menjadi sebuah ledakan yang menyenangkan," ungkapnya.

"Ini perlu meledak dan jelas dari ledakan kemudian muncul kata Dynamite. Saya selalu memikirkan kembang api karena saya seorang fan Katy Perry. Saya ingin semua penuh energi dengan ide ledakan, kembang api, pesta, menyenangkan, dan mengambil alih dunia," Agombar menjelaskan.

Dalam menyiapkan hal tersebut, ia juga berulang kali mengecek media sosial dan cuitan fan yang akrab disapa ARMY. Menurutnya, ia tak melihat fanbase seperti ARMY yang juga berlaku seperti A&R (Artist and repertoire) serta PR (Public Relations) bagi BTS.

Ia bersama Stewart mulai menulis lirik. Agombar mengaku tidak khawatir terhadap rintangan bahasa mengingat Inggris bukan bahasa utama tujuh member BTS. Mereka beberapa kali mengubah lirik dan membuatnya menjadi lebih bersahabat.

"Menjadi single Inggris yang pertama merupakan hal besar. Kami ingin membuatnya benar-benar berbeda. Kami ingin orang mengingatnya dengan tema musim panas, positif, dan penuh semangat," tuturnya seperti dilansir Billboard.

Pandangan itu disampaikan kepada Big Hit Entertainment melalui Ron Perry. BTS disebut menyukai ide tersebut. Sehingga dalam beberapa pekan mereka bolak-balik melakukan beberapa kali penyesuaian lirik dan kebanyakan dari proses itu dilakukan secara daring.

Jessica Agombar mengatakan lirik Dynamite sejatinya selesai ditulis dalam satu hari, tanpa perombakan. Ia bersama David Stewart juga selalu terbuka dengan perubahan.

Mereka tak menyangka Dynamite mencetak sejarah baru di dunia musik. Menurutnya, hal tersebut menjadi kisah yang tak akan pernah bisa dilupakan.

"Melihat hal itu saya merasa telah melakukan hal yang benar sebagai penulis lagu dan tim kreatif. Saya tak pernah memiliki momen seperti ini," tuturnya.

Selain Dynamite, Jessica Agombar dan David Stewart juga menjadi otak dari banyak lagu hit yang dirilis tahun ini seperti What a Man Gotta Do (Jonas Brothers), I Love You (Hailee Steinfeld), serta artis lainnya yakni Rita Ora dan Anthony Ramos.

[Gambas:Youtube]



(chr/ard)

[Gambas:Video CNN]