Paceklik Film Baru, Bioskop Amerika Pangkas Jam Operasional

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 14:22 WIB
Sejumlah jaringan bioskop di AS mengurangi jam operasional karena kekurangan film baru di tengah pandemi Covid-19. Foto ilustrasi. (AFP/Mario Tama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hanya berselang sebulan setelah pembukaan, sejumlah jaringan bioskop di Amerika Serikat mengurangi jam operasional karena kekurangan film baru di tengah pandemi Covid-19.

The Hollywood Reporter melaporkan bahwa jaringan-jaringan bioskop besar di AS mengambil keputusan tersebut setelah rumah produksi mengumumkan pengunduran kembali penayangan film Wonder Woman 1984 dan Black Widow.

Dengan penundaan tersebut, tak akan ada film besar yang bisa menarik perhatian penonton hingga 20 November mendatang. Di tanggal tersebut, No Time to Die dan Soul akan tayang untuk meramaikan Thanksgiving.


Sejumlah sumber dari tiga jaringan bioskop terbesar di AS, yaitu AMC Theatres, Regal Cinemas, dan Cinemark, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyusun rencana untuk mengurangi jam tayang.

Sementara itu, jaringan-jaringan bioskop independen juga mengambil langkah serupa demi mengurangi biaya operasional.

Cinemark dan Marcus Theatres bahkan akan menutup sejumlah bioskopnya tiap hari Senin, Rabu, dan Kamis. Kebijakan ini berdampak pada sekitar 15 unit teater Marcus dan sekitar 12 bioskop Cinemark di kota kecil.

Juru bicara Cinemark memastikan kepada The Hollywood Reporter bahwa sekitar 75 persen bioskop mereka masih akan beroperasi. Namun, mereka harus tetap fleksibel agar dapat menyesuaikan arah bisnis mereka di tengah waktu yang tak menentu ini.

"Dengan demikian, kami akan mengevaluasi kesempatan untuk menyesuaikan dengan permintaan, termasuk mengurangi jam operasional sementara menunggu konten baru studio yang dapat menarik perhatian penonton," katanya.

Kekurangan film baru dari Hollywood memang membawa dilema terhadap industri bioskop yang sudah menghabiskan banyak dana untuk memastikan penerapan protokol yang ketat.

Ketiadaan film baru ini membuat pihak bioskop kesulitan mendatangkan penonton. Namun, mereka juga paham dengan ketakutan rumah produksi merilis film di waktu tak menentu seperti sekarang.

[Gambas:Video CNN]

Ketakutan rumah produksi terbukti dengan pendapatan film terbaru Christopher Nolan, Tenet, yang hanya mencapai US$41 juta di Amerika Serikat, meski berjaya di pasar internasional.

Sebagai film Hollywood pertama yang tayang di tengah pandemi, pendapatan Tenet menjadi tolok ukur bagi rumah produksi untuk menentukan langkah perilisan karya-karya baru mereka.

Setelah melihat pendapatan Tenet, Warner Bros kembali mengundur perilisan Wonder Woman 1984 yang seharusnya tayang perdana pada 2 Oktober. Disney juga menunda penayangan Black Widow dari 6 November mendatang menjadi Mei 2021.

(has/bac)