Salah Satu Perusahaan Logistik China Boikot Bawa Produk BTS

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 12:08 WIB
Salah satu perusahaan logistik terbesar di China memutuskan untuk memboikot sementara pengiriman barang-barang impor BTS. Salah satu perusahaan logistik terbesar di China, Yunda Express, menangguhkan bawa produk BTS. (AP/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu perusahaan logistik terbesar di China memutuskan untuk memboikot sementara pengiriman barang-barang impor memorabilia boyband K-pop BTS.

Media China Sina.com dikutip dari Alkpop melansir, cabang perusahaan logistik China di Korea Selatan, Yunda Express, memutuskan untuk menunda mengirim barang-barang impor BTS ke China.

"Banyak sekali permintaan terkait pengiriman barang-barang BTS. Namun, saat ini kami menangguhkan pengiriman seluruh produk terkait BTS," demikian keterangan pihak Yunda Express di akun Weibo.


Pihak Yunda Express tidak secara spesifik menjelaskan alasan penangguhan pengiriman barang-barang tersebut. Mereka hanya mengatakan,"Alasannya bahwa kita semua sudah tahu."

Boikot sementara pengiriman produk terkait BTS itu diduga menyusul ketegangan para warga China, terutama fan BTS atau ARMY negara itu terkait pernyataan idola mereka.

Insiden itu berawal tak lama usai BTS menerima anugerah Van Fleet Award pada 7 Oktober, atas kontribusi mereka dalam hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Leader BTS, RM, menyatakan akan selalu mengenang sejarah penderitaan Korsel dan AS dalam perang saudara dengan Korut yang terjadi pada 1950-1953.

China dan Uni Soviet kala itu membantu Korut dalam perang semenanjung Korea tersebut.

"Kami akan selalu mengingat sejarah penderitaan yang dialami kedua negara dan pengorbanan banyak orang. BTS akan selalu mengingatkan diri kita sendiri tentang arti penghargaan Van Fleet dan terus melakukan yang terbaik dalam semua yang kita lakukan. Terima kasih banyak," kata RM.

Versi China menyatakan bahwa perang itu atas provokasi Amerika Serikat. Dilansir dari Yonhap, ARMY China langsung mengamuk karena pidato BTS seolah tak mengakui perjuangan para pejuang pendahulu negara mereka yang membela Korut.

Kemarahan warga China menjadi tajuk utama tabloid harian pemerintah China, Global Times. Dalam pemberitaan itu, BTS disebut melukai perasaan masyarakat dan ARMY China. BTS juga disebut mencerminkan sikap tidak netral sebagai boyband yang memiliki fan di banyak negara.

ARMY China pun tak semua mengamuk atas pernyataan BTS. Tak sedikit pula fan BTS di negara itu menyatakan tetap mendukung BTS kendati mendapat intimidasi karena dianggap tidak memiliki jiwa patriotik.

(bac/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK