Bertambah Lagi Perusahaan Logistik China Boikot Barang BTS

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 23:10 WIB
Bertambah lagi dua perusahaan logistik China yang memboikot mengantarkan barang-barang impor terkait BTS ke negara mereka. Boyband K-pop BTS. (AFP/ANTHONY WALLACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bertambah lagi dua perusahaan logistik China yang memboikot mengantarkan barang-barang impor terkait BTS ke negara mereka.

Keputusan ini datang dari YTO Express dan ZTO, menyusul langkah Yunda Express yang terlebih dahulu menangguhkan pengiriman barang-barang terkait BTS.

Dari laman Allkpop, total ada tiga perusahaan logistik di China yang menolak mengantar produk yang berhubungan dengan BTS. Langkah pemutusan kerjasama sepihak dari YTO Express, ZTO Express, dan Yunda Express menghentikan pengiriman produk BTS disinyalir karena dipicu kekisruhan publik China setelah muncul pernyataan kontroversial dari leader BTS RM.


Dalam tanggapan yang diberikan YTO Express dan ZTO Express pada selasa (18/10), keputusan perusahaan logistik tersebut sebagai dampak atas kemarahan publik China atas pernyataan leader BTS itu.

Namun, pemutusan hubungan sepihak ini kabarnya karena pihak Bea Cukai China yang memblokir impor barang terkait BTS. Pihak Bea Cukai China diketahui memperketat pemeriksaan dan pengawasan impor produk Korea yang tidak terkait dengan BTS.

Dalam laman resmi ZTO Express menyatakan, "Setelah pernyataan kontroversial BTS, kantor Bea Cukai China umumkan untuk memperketat pengawasan produk-produk dengan label tertentu."

"Setiap kotak dengan label yang mencurigakan dibongkar petugas setelah aturan yang diperketat. Hal ini juga berlaku untuk semua produk dari Korea Selatan."

Yunda Express merupakan perusahaan pertama yang memutuskan kerja sama secara sepihak untuk memboikot sementara pengiriman barang-barang impor memorabilia boyband K-pop BTS.

Kepada allkpop, Yunda Express berdalih kondisi terkini di China telah mempersulit proses pengiriman barang yang datang dari Korea Selatan setelah muncul pernyataan dari BTS yang membuat publik China meradang.

Insiden itu berawal tak lama usai BTS menerima anugerah Van Fleet Award pada 7 Oktober, atas kontribusi mereka dalam hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Leader BTS, RM, menyatakan akan selalu mengenang sejarah penderitaan Korsel dan AS dalam perang saudara dengan Korut yang terjadi pada 1950-1953.

China dan Uni Soviet kala itu membantu Korut dalam perang semenanjung Korea tersebut.

"Kami akan selalu mengingat sejarah penderitaan yang dialami kedua negara dan pengorbanan banyak orang. BTS akan selalu mengingatkan diri kita sendiri tentang arti penghargaan Van Fleet dan terus melakukan yang terbaik dalam semua yang kita lakukan. Terima kasih banyak," kata RM.

Versi China menyatakan bahwa perang itu atas provokasi Amerika Serikat. Dilansir dari Yonhap, ARMY China langsung mengamuk karena pidato BTS seolah tak mengakui perjuangan para pejuang pendahulu negara mereka yang membela Korut.

(nly/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK