Pakistan Berencana Pugar Rumah Legenda Bollywood Jadi Museum

CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2020 11:15 WIB
Pemerintah Kota Peshawar, Pakistan berencana memugar bangunan yang pernah menjadi kediaman dari dua bintang terkenal Bollywood. Kediaman legenda Bollywood asal Pakistan, Raj Kapoor. (AFP/ABDUL MAJEED)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Peshawar, Pakistan berencana memugar bangunan yang pernah menjadi kediaman dari dua bintang terkenal Bollywood.

Bangunan besar berusia 100 tahun lebih itu terbengkalai dan kini rencananya akan dijadikan museum untuk mengenang jasa mereka.

Bangunan yang terletak di sebelah barat laut kota Peshawar tersebut merupakan kediaman dari dua aktor legendaris asal pakistan Raj Kapoor dan Dilip Kumar. Mereka merupakan aktor yang menjadi kunci kebangkitan industri film Bollywood di kancah internasional.


Bangunan bersejarah tersebut rusak termakan usia karena tidak dirawat dan diabaikan begitu saja selama bertahun-tahun.

Tim arkeologi setempat yang ditunjuk dalam proyek ini menyebut butuh perjuangan keras untuk memugar bangunan lebih dari 100 tahun ini.

Bangunan yang berlokasi di kota tua bersejarah di Pakistan itu bakal diubah menjadi museum setelah mengantongi izin dari pemilik bangunan.

"Saya selalu sedih ketika melihat rumah Raj Kapoor, dulunya itu adalah bangunan yang indah dan berkelas," kata Samiuddin Khan, salah satu bekas pengelola bangunan.

Bangunan luas dengan 40 ruangan tersebut kini hanya sebuah bangunan kosong yang kerap digunakan anak-anak kecil untuk bermain layangan.

"Bangunan ini memiliki desain interior yang sangat indah. Struktur bangunan masih utuh seperti aslinya, hanya saja beberapa dindingnya sudah rubuh dan sebagian besar kayunya telah rusak," tutur Khan.

Bangunan ini pernah menjadi simbol kejayaan Raj Kapoor sebelum akhirnya ia meninggal dunia di usia 63 tahun pada 1988. Bangunan ini dibangun dengan percampuran berbagai gaya mulai dari Kerajaan Mughal, hingga era kolonial inggris.

Pencampuran desain ini ditampilkan dalam desain pintu dan balkon dengan ukiran yang indah serta jendela bergaya gotik.

Sementara itu bangunan lain yang juga menjadi sasaran pemugaran pemerintah Pakistan adalah kediaman Dilip Kumar. Rumah besar itu berlokasi di sebuah gang kecil dekat pasar.

Rumah sederhana milik artis legendaris Pakistan tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan mulai dari desain pintu masuk yang memudar, interior bangunan yang rusak dan atap rumahnya hilang.

Kumar yang kini berusia 97 tahun ini merupakan salah satu pendongeng terkenal di Peshawar. Seperti kebanyakan aktor terkenal lain, ia pindah ke India untuk berkarir di industri film Bollywood.

Di awal karier mereka, Kumar dan Kapoor terlibat dalam film Andaz pada 1949 yang melambungkan nama mereka di dunia hiburan.

"Bangunan ini adalah sebuah warisan budaya dan kita harus bangga dapat melestarikannya. Kami sangat bangga bahwa Dilip Kumar dan Raj Kapoor adalah dua aktor terkenal dari Peshawar," kata Abdul Samad, Direktur Arkeologi dan museum di provinsi Khyber-Pakhtunkhwa.

Mungkin saat ini nama kedua sosok legendaris tersebut, setara dengan ketenaran artis Bollywood Shah Rukh Khan. Namun bedanya, artis 55 tahun ini masih beruntung karena rumah yang ditinggali belum mengalami kehancuran seperti dua pionernya.

Selain dua bangunan milik Kapoor dan Kumar, sejumlah bangunan lain di kota Peshawar juga mengalami kehancuran dalam beberapa tahun terakhir. Ahli arkeologi menyebut hal ini disebabkan oleh eksodus besar-besaran yang dilakukan umat Hindu dan Sikh yang melarikan diri dari Pakistan.

Harta Peshawar yang Terbengkalai

Peshawar menghalami kemunduran budaya setelah marak aksi kejahatan oleh para ekstrimis dari kelompok muslim sejak 1980. Rentetan konflik yang berkepanjangan meredupkan masa keemasan sinema di Pakistan yang juga dikenal dengan Pallywood.

Kelompok militan taliban yang berkuasa di Pakistan telah menghabiskan setidaknya tiga gedung bioskop dan menutup lebih dari 100 toko musik.

Kini pemerintah Pakistan berupaya menghidupkan kembali lebih dari 1.800 bangunan tradisional yang diidentikan sebagai cagar budaya. Namun, upaya tersebut membutuhkan waktu lama karena biaya yang dibutuhkan amat besar.

"Jika survei arkeologi dilaksanakan secara memadai, kita dapat menemukan situs budaya hampir di tiap kilometer," kata pakar arkeologi Samad, mengomentari potensi yang tertinggal di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Sementara itu upaya restorasi bangunan kediaman Kapoor masih menemukan banyak hambatan. Salah satunya kendala ganti rugi yang masih belum beres.

Melansir AFP, Haji Ali Wadir pemegang hak milik bangunan Kapoor mengatakan bersedia memberikan izin restorasi jika pemerintah membayar sebesar US$12,5 juta atau setara Rp176 miliar.

"Saya memberitahu mereka bahawa ini adalah barang antik dan harga untuk barang antik 10 kali lebih mahal," ujar Samad.

"Kami akan mendapat keuntungan lebih tinggi jika mendirikan mal," ia menambahkan.

Tim dari departemen arkeologi menyatakan akan melakukan langkah hukum jika diperlukan untuk menebus bangunan Kapoor dan Kumar menggunakan uang pajak. Sementara itu besaran angka yang akan dibayarkan masih akan ditentukan oleh otoritas keuangan provinsi setempat.

Kecintaan warga Pakistan terhadap kedua tokoh idolanya membuat demam film Bollywood melanda Pakistan.

Jutaan orang Pakistan bahkan mengabaikan larangan menonton film India di bioskop dan televisi dengan menontonnya di YouTube atau DVD bajakan.

"Kami merasa bangga dan sangat tersanjung ketika melihat aktor dari Peshawar tampil di film India. Hal ini membuktikan bahwa di tanah kami masih bisa melahirkan aktor-aktor hebat yang mampu bersaing dengan aktor di Mumbai," tutur seorang warga Peshawar, Khalil Sarhadi.

"Sekarang generasi baru akan tahu bahwa Peshawar memiliki bintang dan aktor besar yang telah menjadi identitas bagi Pakistan dan India," katanya mengomentari proyek pemugaran rumah Kapoor dan Kumar menjadi museum.

(nly/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK