Kisruh Jihad Cinta, Seruan Boikot Netflix Menggema di India

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 14:42 WIB
Seruan boikot Netflix menggema di India setelah serial A Suitable Boy memicu kontroversi karena mengandung adegan yang disebut-sebut sebagai jihad cinta. Kisruh Jihad Cinta, Seruan Boikot Netflix Menggema di India. (Dok. Lookout Point Ltd via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seruan untuk memboikot Netflix menggema di India setelah serial A Suitable Boy memicu kontroversi karena mengandung adegan yang disebut-sebut sebagai jihad cinta.

CNN melaporkan bahwa seruan tersebut begitu nyaring di jagat maya, sampai-sampai tagar #BoycottNetflix menjadi topik tren di Twitter pada awal pekan ini.

Mereka geram karena dalam salah satu episode, serial produksi BBC itu menampilkan adegan yang menunjukkan pria Muslim mencium peremuan Hindu di satu pura.


Adegan ini memicu kontroversi karena belakangan ini, sejumlah politikus sayap kanan menggaungkan teori jihad cinta, yaitu ketika pria Muslim mendekati perempuan Hindu dan memaksanya untuk pindah agama agar dapat menikah.

Menteri Dalam Negeri India, Narottam Mishra, lantas mengatakan bahwa ia meminta kepolisian untuk menyelidiki konten kontroversial ini.

"Ini merupakan konten yang sangat tidak menyenangkan dan melukai sentimen penganut agama tertentu. Saya meminta otoritas untuk menyelidiki mengapa dan maksud program dan tema ini bisa ada di layanan streaming," ujar Mishra seperti dikutip CNN.

Sementara itu, Gaurav Tiwari, seorang politikus dari partai Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP), juga mengajukan gugatan terhadap kreator A Suitable Boy.

Sejak Modi dan BJP menang dalam pemilu tahun lalu, banyak warga Muslim sebagai minoritas terbesar di India merasa pemerintah terlalu condong ke Hindu selaku mayoritas. Beberapa pejabat bahkan menunjukkan sentimen Islamofobia.

Menurut sejumlah pengamat, situasi ini juga tak menguntungkan bagi berbagai perusahaan layanan streaming yang sedang berupaya melebarkan sayap ke India dan Asia, seperti Netflix.

Bulan lalu, pemerintah mengumumkan aturan baru untuk media digital, salah satunya menyatakan bahwa layanan streaming akan berada di bawah pengawasan Kementerian Informasi dan Penyiaran. Dengan demikian, pemerintah dapat memberlakukan aturan media tradisional terhadap layanan streaming.

[Gambas:Youtube]

Lebih jauh, pemerintah India juga sedang menggodok aturan khusus untuk mengawasi konten berbagai layanan streaming internasional seperti Netflix.

Netflix sendiri sudah menggelontorkan dana hingga US$400 juta selama dua tahun belakangan untuk memperluas pasar di India, termasuk dengan menambah konten berlatar negara tersebut.

A Suitable Boy merupakan salah satu dari beberapa judul tayangan yang sudah dipersiapkan untuk pasar India. Serial produksi BBC yang dibeli Netflix ini berfokus pada "modernitas melawan tradisi."

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK