SENIN ONE PIECE

Review One Piece 997

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 20:30 WIB
One Piece chapter 997 jadi panggung pertunjukan seorang Roronoa Zoro sebagai salah satu petarung terkuat di Bajak Laut Topi Jerami. Roronoa Zoro sebagai salah satu petarung terkuat di Bajak Laut Topi Jerami. (dok. Toei Animation via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

One Piece chapter 997 jadi panggung pertunjukan seorang Roronoa Zoro.

Setelah dalam beberapa chapter hanya mendapat porsi kecil dan "hanya" diberi tugas mengejar Scratchmen Apoo, kali ini Zoro menunjukkan kenapa dia jadi salah satu petarung terkuat di Bajak Laut Topi Jerami.

Pangggung Zoro dibuka saat dia melihat sesuatu jatuh dari langit-langit tengkorak Onigashima.


Zoro yang awalnya sibuk berlari mengejar Apoo mendadak berhenti dan raut wajahnya berubah seakan menahan amarah.

Zoro melihat situasi di sekelilingnya, tampak mencoba fokus ke satu target, menumbangkan satu musuh yang mencoba mengganggu, dan tiba-tiba menghunus pedang yang langsung menumbangkan Apoo yang saat itu sedang menghindari kejaran X Drake.

Tebasan pedang Zoro membuat darah Apoo berceceran dan sekaligus mengagetkan Drake. Dia seakan tak percaya Zoro bisa mengalahkan Apoo dengan sangat mudah.

Saat Apoo terkapar, obat penawar infeksi Ice Oni yang dipegangnya terlempar dan langsung diambil oleh Zoro. Tugas Zoro untuk mendapatkan obat sudah selesai dan dia langsung memberikan itu ke Chopper untuk melakukan langkah selanjutnya.

Zoro menyerahkan situasi di lantai itu kepada Chopper karena dia punya misi lain dan yakin bahwa dokter di Bajak Laut Topi Jerami itu pasti bisa mengendalikan penyebaran virus Ice Oni.

Zoro lantas mengalihkan pandangan ke Queen dan langsung melancarkan serangan ke arah Queen.

"Aku datang ke pulau ini bukan untuk membuang-buang waktu!"

"Mereka menyebut bahwa Kaidou adalah makhluk terkuat di dunia, jadi aku ke sini untuk menebas dia!"

Kata-kata yang keluar dari mulut Zoro itu membuat semua orang kaget, termasuk Queen.

Robin yang berada di dekat Zoro pun mencoba menenangkan si pendekar pedang dengan mengatakan bahwa dia mengerti apa yang dirasakan Zoro.

"Aku juga melihat apa yang jatuh dari lubang di langit-langit itu, itu adalah lengan O-Kiku," kata Robin.

Ternyata, amarah Zoro meletus karena melihat lengan O-Kiku jatuh dan itu seperti menggambarkan kondisi pertarungan antara Kaidou dan Nine Red Scabbards.

Zoro tak mau buang waktu di panggung utama Onigashima karena ingin cepat naik untuk menghadapi Kaidou dan membantu Nine Red Scabbards.

Namun Zoro menyadari bahwa jalan menuju puncak tengkorak Onigashima tak mudah karena King dan Queen tetap siaga untuk menjaga agar tak ada yang bisa mengganggu atasan mereka.

Di saat itulah, Marco The Phoenix tiba-tiba muncul dan menyapa Zoro serta Robin. Marco mengatakan bahwa Bajak Laut Topi Jerami adalah salah satu kunci pertarungan di Onigashima dan tak seharusnya tertahan di lantai bawah.

Dia pun menawarkan bantuan agar mereka bisa fokus membantu Nine Red Scabbards melawan Kaidou.

Chopper dan Penawar Ice Oni

Mundur sedikit ke kondisi Chopper yang sudah terinfeksi Ice Oni, dia mengatakan sudah menemukan cara kerja dari virus tersebut.

Oleh sebab itu saat Zoro memberikan obat penawar dia yakin bisa menyembuhkan semua orang, baik kawan maupun lawan.

Chopper lantas berteriak dan mengatakan bahwa penyebaran Ice Oni bisa dilawan dengan api, maka dari itu dia meminta semua orang untuk mendekati sumber api agar penyebaran bisa diperlambat.

Dia mengatakan akan membuat obat penawar sebanyak mungkin dan oleh sebab itu semua orang harus bertahan hingga obat selesai dibuat.

Sanji Termakan Sandiwara Black Maria

Di chapter ini pun Eiichiro Oda memberikan perkembangan kondisi Sanji yang di akhir chapter 996 tampak kaget dengan suara erangan perempuan yang meminta tolong karena merasa dinodai oleh seorang laki-laki.

Dia terus berlari ke sebuah ruangan dan melihat siluet seorang wanita yang dipaksa untuk membuat bajunya oleh seorang pria.

Sanji mengatakan bahwa itu adalah jenis pelecehan seksual yang biasa dilakukan di Wano dan dia sebagai pria sejati harus menyelamatkan perempuan itu.

Namun saat dia baru menghajar pintu ruangan tersebut, dia harus menerima kenyataan bahwa pelecehan seksual itu hanya sandiwara belaka.

Tubuh Sanji langsung menempel di sebuah jaring laba-laba dan kedua orang yang bersandiwara itu langsung menghajar Sanji.

Tubuh Sanji terkapar dan tak bisa melakukan apa-apa karena masih terlilit jaring laba-laba.

Dan di hadapan Sanji, muncul lah sosok Black Maria yang ternyata adalah otak dari sandiwara tersebut dan mengatakan bahwa dia tak mau ruangannya jadi arena pertarungan.

Black Maria menggoda Sanji dengan mengatakan bahwa dia menyukai sosok dengan sifat seperti Sanji, dan menanyakan apakah Sanji suka pada dirinya.

Sebagai seorang pria mesum yang selalu lemah di hadapan perempuan, Sanji dengan lantang mengatakan bahwa dia benar-benar menyukai Black Maria.

Cerita tentang Onigashima bisa dibaca di halaman berikutnya.

Onigashima Melayang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK