SENIN ONE PIECE

Review Manga: One Piece Chapter 1.004

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 20:00 WIB
Eiichiro Oda meninggalkan sejenak pertarungan di puncak tengkorak Onigashima dan memberi perkembangan kondisi di kastil Onigashima di One Piece chapter 1.004. Ilustrasi. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eiichiro Oda akhirnya meninggalkan sejenak pertarungan di puncak tengkorak Onigashima dan memberikan perkembangan kondisi di kastil Onigashima dalam One Piece chapter 1.004.

Di chapter ini, o-Tama jadi sorotan setelah kibi dango yang dia ciptakan bisa jadi kunci kemenangan bagi para samurai pemberontak.

Sebagai pengingat, Tama memiliki kemampuan buah iblis tipe Paramecia yang memungkinkan dia untuk menciptakan kibi dango dari pipinya.


Kibi dango itu juga bukan makanan biasa karena hewan yang memakan itu akan menuruti semua perintah dari Tama.

Tak hanya hewan, manusia pemakan buah iblis tipe Zoan dan pengguna buah iblis SMILE pun akan mendapatkan efek serupa jika mengonsumsi kibi dango buatan Tama. Dengan kemampuan itu, keberadaan Tama di Onigashima bisa mengubah alur pertarungan.

Datang ke Onigashima bersama Hihimaru, Komachiyo, Speed, Daifugo, dan Gazelleman yang sudah terpengaruh kekuatannya, Tama mengatakan bahwa dia ingin memberikan kontribusi dalam perang Wano.

Dia sangat ingin melihat Wano tidak dipimpin oleh Orochi ataupun Kaidou, melainkan Kozuki Momonosuke.

Setibanya di Onigashima, Tama dibantu oleh Speed, Daifugo, dan Gazelleman untuk menyebarkan kibi dango ke semua anggota Beast Pirates.

Speed berkilah bahwa kibi dango itu adalah suplemen yang diberikan Queen agar para Gifters tetap kuat selama bertarung. Para Gifters pun dengan suka rela memakan kibi dango itu.

Sementara itu, Gazelleman dan Daifugo berlari secara acak dan melempar kibi dango ke mulut setiap Gifters yang mereka temukan di jalan.

Pertarungan berlanjut

Efek kibi dango Tama pun tampak jelas saat dia bersama Komachiyo, Nami, dan Usopp tengah lari dari kejaran Ulti dan Page One. Banyak Gifters yang tiba-tiba datang untuk membantu Tama dkk meloloskan diri.

Saat sedang berlari itulah, rombongan Tama berpapasan dengan Franky yang sedang sibuk bertarung dengan Sasaki.

General Franky sebenarnya bisa mengimbangi kekuatan Sasaki. Namun, keberadaan anak buah Sasaki membuat pertarungan jadi timpang.

Saat Franky hampir terkena serangan Sasaki, rombongan Tama-Nami-Usopp datang dan alur pertarungan langsung berubah.

Para Gifters yang sudah ada di bawah pengaruh Tama langsung menyerang anak buah Sasaki. Semua itu membuat Sasaki heran.

Franky One PieceFranky. (Dok. Toei Animation via IMDb)

Ulti dan Page One yang ada di belakang lantas memberi tahu Sasaki bahwa para Gifters itu telah berkhianat dan tak bisa dipercaya. Kesal, Ulti langsung melancarkan serangan ke arah Nami.

Namun, Nami sudah bersiap menerima serangan Ulti. Ia langsung melancarkan jurus thunder lance tempo yang menyambar Ulti.

Meskipun Ulti tampak terkapar, Nami yakin serangan itu masih kurang kuat dan dia butuh petir yang lebih besar untuk mengalahkan salah satu anggota Tobiroppo itu.

Sasaki yang tampak bingung dengan situasi sekitar mulai tidak fokus. Situasi ini membuka peluang bagi Franky.

Masih dalam mode General Franky, sang cyborg itu menghunus pedang dan mengeluarkan jurus Fran-ken V Victory Flash yang langsung melukai tubuh sasaki.

Sanji babak belur

Adegan pindah ke Sanji yang babak belur dihajar anak buah Black Maria.

Black Maria melontarkan pujian pada Sanji karena bisa mengalahkan anak buahnya yang berjenis kelamin laki-laki. Namun, dia cukup terkejut melihat Sanji sama sekali tak menyentuh anak buahnya yang berjenis kelamin perempuan.

Saat Sanji terikat di jaring laba-laba, Black Maria mengajukan permintaan agar Sanji memanggil Nico Robin ke ruangannya.

Black Maria mengatakan dia akan mematahkan kaki Robin sampai tak berdaya, sementara Robin akan dibiarkan hidup sampai Kaidou menyelesaikan urusan dengannya.

Keinginan Kaidou menangkap Robin merupakan salah satu bagian dari rencana Kaidou untuk meraih One Piece. Dia butuh Robin untuk bisa membaca huruf yang tertera di Road Poneglyph yang dia punya.

Namun, keinginan Black Maria untuk memenuhi perintah Kaidou itu langsung dimentahkan oleh Sanji. Menurut sang koki, mereka semua tak boleh meremehkan kemampuan seorang Nico Robin dalam arena pertempuran.

Karakter One Piece SanjiSanji. (Courtesy of Shueisha)

Keberadaan Nine Red Scabbards

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK