Lisensi Kakao M Berakhir, Banyak Lagu K-pop Hilang di Spotify

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 09:13 WIB
Seluruh lagu K-pop yang didistribusikan Kakao M telah dihapus dari Spotify. Ilustrasi Spotify. (StockSnap/Freestocks.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seluruh lagu K-pop yang didistribusikan Kakao M telah dihapus dari Spotify. Platform streaming musik tersebut mengatakan hal itu dikarenakan lisensi bersama Kakao M telah berakhir.

"Katalog Kakao M tidak lagi tersedia untuk pengguna di seluruh dunia mulai 1 Maret 2021 karena berakhirnya lisensi kami," tulis Spotify.

"Kami telah bekerja sama dengan Kakao M selama satu setengah tahun terakhir untuk memperbarui perjanjian lisensi global. Sehingga, musik artis mereka tersedia bagi lebih dari 345 juta pendengar kami."


"Terlepas dari upaya terbaik kami, kesepakatan lisensi yang kami miliki dengan Kakao M [yang mencakup semua negara selain Korea Selatan] telah berakhir," tulis Spotify.

Dalam keterangan resmi tersebut, Spotify masih memberikan sedikit harapan kepada penggunanya dengan mengatakan berkomitmen membantu pertumbuhan musik Korea secara global. Sehingga diharapkan kondisi ini hanya terjadi sementara.

"Faktanya, kami belum mencapai kesepakatan global yang baru sangat disayangkan oleh artis mereka, penggemar, dan pendengar di seluruh dunia," ucap Spotify seperti dilansir NME.

"Kami berharap gangguan ini bersifat sementara dan bisa segera menyelesaikan situasi tersebut. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja dengan pemegang kebijakan dan hak lokal seperti Kakao M untuk membantu menumbuhkan pasar musik Korea dan ekosistem streaming."

Kakao M merupakan perusahaan yang turut mendistribusikan musik dari banyak artis K-pop seperti MAMAMOO, SEVENTEEN, IU, MONSTA X, GFriend, The Boyz, LOONA, Sunmi, (G)I-DLE, BTOB, Apink, P1 Harmony, Dreamcatcher, Epik High, SISTAR, CRAVITY, Cosmic Girls, dan masih banyak lagi.

Kondisi ini membuat Epik High langsung bersuara di media sosial. Mereka mengatakan situasi bisnis selalu membuat artis dan penggemar yang menjadi korban.

"Ketidaksepakatan antara distributor kami, Kakao M dan Spotify membuat album terbaru kami tidak tersedia secara global dan bertentangan dengan keinginan kami. Terlepas dari siapa yang salah, mengapa selalu seniman dan penggemarnya yang menderita ketika bisnis lebih mengutamakan keserakahan daripada seni?"



(chri/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK