Film Adam Driver-Lady Gaga Bikin Kecewa Keluarga Gucci

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 13:32 WIB
Keluarga Gucci merasa film House of Gucci yang dibintangi oleh Adam Driver dan Lady Gaga bakal merusak reputasi keluarga pendiri label mode kenamaan tersebut. Keluarga Gucci merasa film House of Gucci yang dibintangi oleh Adam Driver dan Lady Gaga bakal merusak reputasi keluarga pendiri label mode kenamaan tersebut. (dok. Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga Gucci merasa film House of Gucci yang dibintangi oleh Adam Driver dan Lady Gaga bakal merusak reputasi keluarga pendiri label mode kenamaan tersebut dan berpeluang masuk ke ranah personal.

Berbicara kepada Associated Press, cicit dari Guccio Gucci yang merupakan pendiri label mode tersebut mengatakan para pembuat film ini tidak berkonsultasi dengan pihak keluarga ketika mengadaptasi tragedi keluarga itu ke layar lebar.

Bukan hanya itu, pihak keluarga juga menyebut film House of Gucci yang digarap oleh Ridley Scott ini tidak autentik.


Label Gucci didirikan oleh Guccio Gucci pada 1921 dan semula dijalankan sebagai bisnis keluarga. Pada 1983, cucu Guccio, Maurizio Gucci mewarisi takhta kepemimpinan rumah mode itu usai ayahnya, Rodolfo Gucci, meninggal dunia.

Namun kepemimpinan Maurizio berisi konflik dengan pamannya sendiri, Aldo Gucci, hingga skandal keuangan. Hingga pada 27 Maret 1995, Maurizio ditembak oleh penembak misterius.

Pada 1998, istri Maurizio pada 1971 hingga 1991, Patricia Reggiani didakwa bersalah menjadi dalang di balik pembunuhan terhadap Maurizio.

"Kami sungguh kecewa. Saya berbicara atas nama keluarga," kata Patrizia Gucci, salah satu sepupu kedua Maurizio, kepada Associated Press.

"Mereka mencuri identitas sebuah keluarga untuk menghasilkan keuntungan, untuk meningkatkan pendapatan sistem Hollywood. Keluarga kami memiliki identitas, privasi. Kami dapat berbicara tentang semuanya, namun ada batasan yang tak boleh dilewati," lanjutnya.

Salah satu hal yang dianggap pelanggaran oleh pihak keluarga adalah terkait kostum film ini. Menurut Patrizia Gucci, kostum film ini "tidak sesuai" dengan estetika keluarga. Terutama, Aldo Guccini yang diperankan Al Pacino.

"Kakek saya adalah pria yang sangat tampan, seperti semua anggota Gucci, dan sangat tinggi, bermata biru, dan sangat anggun," kata Patrizia Gucci.

"Dia diperankan oleh Al Pacino, yang tak terlalu tinggi, dan foto ini menunjukkan dia gemuk, pendek, dengan berewok. Sangat jelek," lanjutnya.

Terkait dengan ayahnya, Paolo Gucci (yang dalam film diperankan oleh Jared Leto), Patrizia Gucci mengaku tersinggung dengan gaya acak-acakan rambut sang aktor dan pakaian yang dikenakannya.

"Mengerikan, mengerikan. Saya masih merasa tersinggung," katanya.

A picture shows the logo of Italian fashion shop Gucci on December 4, 2017, in the Vittorio Emanuele II Gallery in Milan. Italian fashion giant Gucci said today that police raided its offices over suspected tax evasion, confirming a report in the Italian press. - The Milan public prosecutor suspects the fashion house of declaring several years worth of Italian sales in Switzerland, thereby saving around 1.3 billion euros ($1.5 billion) in domestic tax, La Stampa daily said. (Photo by MIGUEL MEDINA / AFP)Label Gucci didirikan oleh Guccio Gucci pada 1921 dan semula dijalankan sebagai bisnis keluarga. (AFP/MIGUEL MEDINA)

Patrizia Gucci mengatakan dirinya sudah berusaha menghubungi istri Scott, Giannina Facio, untuk penjelasan cakupan film itu namun tak mendapatkan jawaban.

Patrizia mengatakan Facio bertemu dengannya pada awal 2000-an. Patrizia sendiri tidak terlibat dalam rumah mode itu sejak 1993.

Entertainment Weekly mengatakan perwakilan dari Scott, RSA Films, dan United Artist Releasing tidak memberikan jawaban permintaan tanggapan terkait hal ini.

Keluarga Gucci diketahui kehilangan sahamnya di rumah mode itu ketika Maurizio menjual sahamnya ke Investcorp yang berbasis di Bahrain kala itu.

Pada 1999, Gucci diakuisii oleh Pinault Printemps Redoutedan dipimpin oleh CEO Marco Bizzarri dengan perusahaan induknya adalah Kering. CEO Kering, Francois-Henri Pinault, adalah suami dari Salma Hayek yang juga sedikit terlibat dalam film House of Gucci.

Di bawah kepemilikan saat ini, rumah mode Gucci disebut bekerja sama dengan produksi film tersebut. Bahkan, membuka arsipnya ke film untuk lemari pakaian dan alat peraga.

(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK