Pegiat Film Korsel Unjuk Solidaritas Tolak Kudeta Myanmar

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 21:00 WIB
Aktor bersama sejumlah penyelenggara festival film di Korea Selatan turut menyatakan solidaritas mereka dengan rakyat Myanmar menentang kudeta militer. Foto ilustrasi. Aksi menolak kudeta militer di Myanmar. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktor bersama sejumlah penyelenggara festival film di Korea Selatan turut menyatakan solidaritas mereka dengan rakyat Myanmar dalam menentang kudeta militer. Salah satunya adalah aktor Ji Sun-kyu (Space Sweepers, Kingdom). Ia menyatakan dukungannya melalui media sosial.

"Beberapa hari lalu saya mendengar kabar menyedihkan dari Myanmar ketika dilanda pandemi Covid-19," tulis Ji Sun-kyu.

"Di waktu-waktu ini, masyarakat Myanmar malah terancam oleh pasukan yang seharusnya menjaga mereka. Banyak generasi muda yang ditembak sampai meninggal bahkan anak-anak yang diserang."


"Karena Korea memiliki luka sejarah yang sama. Saya berdoa dan mendukung masyarakat Myanmar untuk menyambut demokrasi," tulis Ji Sun-kyu.

Aktor Park Ho-san turut mengungkapkan dukungannya melalui media sosial. Aktor yang bermain dalam drama True Beauty, Catch the Ghost, dan The Guest ini mengunggah foto dirinya memberikan salam tiga jari dengan latar belakang perjuangan warga Myanmar di televisi.

"Saya menyatakan solidaritas yang kuat dengan masyarakat Myanmar dan berjanji terus mendukung di masa mendatang. Join challenge ini untuk membantu merestorasi demokrasi," tulis Park Ho-san.

Para penyelenggara festival film Korea juga menyatakan dukungan dan mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa yang menggelar aksi damai. Kekerasan tersebut telah memakan banyak jiwa warga sipil, termasuk anak-anak.

Seperti dilansir Korea Times, mereka amat menyoroti kekerasan yang dilakukan militer terhadap aktor dan pegiat seni lainnya. Mereka menyerukan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental untuk berekspresi d Myanmar.

"Kami juga menyerukan penghentian segera penggeledahan dan pemenjaraan para pembuat film yang mencoba untuk mengatakan kebenaran dengan menolak kudeta. Kami mendesak militer segera menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintahan demokratis yang sah dan dipilih rakyat, "kata penyelenggara film dalam pernyataan bersama.

Pernyataan bersama itu ditandatangani para petinggi 11 festival film seperti Busan International Film Festival, Bucheon International Fantastic Film Festival, dan DMZ International Documentary Film Festival.

"Tindakan berani pembuat film Myanmar demi mendapatkan kembali demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia, dan kebebasan mengingatkan kami pada kejadian pembuat film Korea memperjuangkan kebebasan berekspresi di masa lalu. Kami tidak melupakan para pembuat film dari seluruh dunia yang berdiri bersama kami saat itu."

Setelah dua bulan kudeta, situasi di Myanmar masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemberontakan sipil terhadap junta militer kian gencar hingga ke pelosok negeri. Korban tewas terus berjatuhan.

Menurut kelompok aktivis Myanmar pada Senin (19/4), Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sedikitnya 737 orang tewas akibat bentrokan antara aparat dan demonstran sejak kudeta berlangsung. Sebanyak 3.229 orang ditahan sejak kudeta.

para penentang junta mengumumkan pemerintahan bayangan untuk mengakhiri pemerintahan militer dan sebagai langkah memulihkan demokrasi.

Semenjak kudeta berlangsung, militer Myanmar terus melakukan tindak kekerasan dan meningkatkan kekuatan. Bahkan mereka menggunakan drone buatan China untuk mengawasi pengunjuk rasa.

Sebelumnya, pada Kamis (15/4) junta militer menembak seseorang yang sedang berada di masjid. Insiden itu bertepatan dengan liburan tahun baru Buddha dan bulan Ramadan.

Meski banyak korban berjatuhan, semangat pengunjuk rasa tak padam untuk melawan junta.

Belakangan, aktivis dan warga sipil menggelar aksi sunyi. Para aktivis berharap mereka dapat memperlihatkan demonstrasi tanpa kekerasan juga bisa membawa dampak, terutama karena perputaran roda ekonomi yang lemah.

(chri/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK