TV dan Streaming, 'Tujuan' Ngabuburit kala Pandemi

CNN Indonesia | Minggu, 02/05/2021 16:44 WIB
Baik layanan streaming maupun industri televisi mengakui bahwa ngabuburit menjadi waktu dengan penonton terbanyak. Ilustrasi. Baik layanan streaming maupun industri televisi mengakui bahwa ngabuburit menjadi waktu dengan penonton terbanyak. (iStockphoto/LumineImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam ngabuburit adalah menyaksikan televisi. Apalagi ketika pandemi menjelang seperti saat ini, menyaksikan televisi ataupun layanan streaming menjadi pilihan yang paling umum dipilih.

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan CNNIndonesia.com baru-baru ini, menonton televisi ataupun streaming film menjadi pilihan 49 persen responden sebagai aktivitas mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Minat yang besar atas layar kaca ini dirasakan oleh layanan streaming, salah satunya GoPlay.


CEO GoPlay, Edy Soelistyo mengungkapkan persentase pelanggan layanan streaming tersebut meningkat pada Ramadan 2021, atau Ramadan kedua kala pandemi. Selain itu, waktu yang diluangkan di layanannya juga meningkat setiap hari dibandingkan kuartal I 2021.

"Kami melihat peningkatan average viewers pada layanan GoPlay hampir 40 persen dan jumlah waktu yang diluangkan di aplikasi pun meningkat 20 hingga 30 persen setiap harinya dibandingkan Januari-Maret 2021," kata Edy dalam pernyataannya kepada CNNIndonesia.com.



Edy juga menyebut bahwa sejumlah acara dengan tema tertentu menjadi primadona di layanan streaming yang ia pimpin. Misalnya tema memasak lewat Ngabuburit Bareng Emak, siraman rohani lewat Jadi Ngaji, dan interaktif pada Bukber with The Thungs yang disiapkan untuk waktu ngabuburit.

"Acara-acara itu sangat diminati dan mendatangkan views cukup tinggi karena dapat menghibur pengguna saat ngabuburit, berbuka puasa, dan di sela-sela waktu beribadah," tutur Eddy.

"Konten-konten tersebut banyak menarik perhatian para pengguna yang ingin menghabiskan waktu ngabuburit dengan belajar hal-hal baru." lanjutnya.

Edy bahkan menyebut jam prime time layanan streaming GoPlay berubah selama Ramadan 2021. Kini, waktu utama ada di momen ngabuburit hingga setelah berbuka dan salat.

"Selama bulan suci Ramadan ini, prime time waktu menonton di aplikasi GoPlay berpindah ke jam 4 hingga jam 6 sore dan jam 8 hingga jam 10 malam. Tentunya ini dipengaruhi perubahan pola kegiatan pengguna saat berbuka puasa dan beribadah sholat tarawih." kata Edy.

Boy wears headphones connected to a digital tablet while lying in bed. He looks at the content on the screen. It is night and he looks happy.  He could be streaming a movie, browsing the internet or playing a game.Ilustrasi menonton streaming. (Istockphoto/mikkelwilliam)

Peningkatan penonton juga terjadi di industri televisi, salah satunya Trans7. Kepala Divisi PR Trans7 Anita mengatakan peningkatan penonton kala Ramadan bahkan sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Kala itu penonton disebut melonjak drastis.

Serupa dengan layanan streaming, lonjakan penonton jelas terlihat dalam program-program yang tayang sore hari jelang buka puasa. Menurutnya, hal tersebut merupakan kebiasaan penonton setiap tahun.

"Nah kalau di ngabuburit, itu sudah pasti. Habit penonton meningkat. Itu sudah dari tahun ke tahun, terutama kala pandemi ini. Itu terjadi peningkatan cukup pesat hingga 40 persen lebih," kata Anita kepada CNNIndonesia.com.

Langganan Tiap Tahun

Sementara itu, akademisi ilmu komunikasi Universitas Paramadina, Faris Budiman Annas, menyebut kenaikan penonton pada waktu ngabuburit bisa dipengaruhi sejumlah alasan.

"Pertama, media khususnya televisi masih berperan sebagai 'time signal' waktu berbuka puasa dan imsak [penanda masuk waktu puasa]. Artinya orang-orang masih menjadikan media televisi sebagai penanda waktu berbuka puasa dan imsak," kata Faris dalam korespondensi dengan CNNIndonesia.com, baru-baru ini.

"Kedua, pada beberapa kasus, misalnya ASN, waktu kerja lebih singkat pada bulan Ramadan. Artinya terdapat segolongan pekerja yang memang tiba di rumah atau tempat tinggal lebih awal dari biasanya dan memiliki waktu untuk menunggu berbuka puasa sambil mengonsumsi media," lanjutnya.

Namun Faris menilai tak ada hubungan yang nyata antara Ramadan di masa pandemi dengan kenaikan jumlah penonton melebihi periode yang sama pada masa di luar pandemi. Menurut penelusurannya pada 2015, 2018, dan 2019, pelonjakan tak tampak secara signifikan.

"Memang sudah langganan setiap tahun, bahwa ada perubahan perilaku penonton pada bulan Ramadan yang menyebabkan kenaikan jumlah kepemirsaan televisi pada waktu berbuka dan sahur," kata Faris.

"Menurut data Nielsen pada 2020, memang ada peningkatan beberapa kali lipat jumlah penonton pada Ramadan di masa pandemi. Tapi ini tidak berarti bahwa jika pandemi telah lewat maka penonton televisi akan berkurang secara signifikan." lanjutnya.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK