Profil Sinead O'Connor, Rocker Plontos yang Jadi Mualaf

CNN Indonesia
Senin, 07 Jun 2021 11:32 WIB
Nama Sinead O'Connor seakan tidak pernah luput dari dunia hiburan sejak dikenal pada era 1980-an, termasuk kini ketika ia memutuskan pensiun. Nama Sinead O'Connor seakan tidak pernah luput dari dunia hiburan sejak dikenal pada era 1980-an. (Jason Kempin/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Sinead O'Connor seakan tidak pernah luput dari dunia hiburan sejak dikenal pada era 1980-an. Pada setiap era sejak saat itu setidaknya sesekali O'Connor menjadi perbincangan di media massa.

Kali ini ia mengumumkan pensiun dari kegiatan bermusik yang meliputi rekaman dan tur. Perempuan asal Irlandia ini juga mengatakan album mendatang bertajuk Veteran Dies Alone (NVDA) akan menjadi karyanya yang terakhir.

Keputusan O'Connor untuk pensiun dari bisnis musik ini terjadi ketika dirinya sudah berkarier kurang lebih 35 tahun sejak pertama kali aktif secara serius pada 1986.


Menengok ke belakang, O'Connor mulai bermusik pada 1984 setelah bertemu dengan produser sekaligus komposer Colm Farrelly. Mereka mencari sejumlah musisi hingga akhirnya membentuk sebuah band bernama Ton Ton Macoute.

Penampilan O'Connor yang kala itu baru berusia 18 tahun mendapat respons positif. Ton Ton Macoute pun membawa O'Connor sebagai musisi yang diperhitungkan industri musik hingga akhirnya meneken kontrak dengan Ensign Records.

Perjalanan awal karier musik O'Connor terbilang sangat mulus. Kala itu ia mendapat manajer berpengalaman, yaitu Fachtna O'Ceallaigh yang sebelumnya memimpin label Mother Records yang menaungi U2.

Ia bahkan menulis lagu bertajuk Heroine bersama gitaris U2 David Howell Evans alias The Edge. Lagu tersebut ia garap untuk lagu tema film Captive (1986).

Nama O'Connor meroket setelah merilis album solo perdana bertajuk The Lion and the Cobra pada 1987. Album itu bahkan mendapat nominasi Best Female Rock Vocal Performance Grammy Awards 1989.

Kesuksesan rocker ini berlanjut pada dekade 1990-an, tepatnya setelah merilis album solo kedua bertajuk I Do Not Want What I Haven't Got (1990). Suaranya yang berkarakter dan lagu-lagu orisinalnya mendapat banyak pujian.

Kesuksesan album itu juga tidak lepas dari lagu Nothing Compares 2 U yang ditulis dan dibuat oleh mendiang Prince. Semakin lama bahkan lagu itu identik dengan O'Connor, bahkan sampai sekarang. Termasuk dengan video klipnya yang ikonis dengan kepala plontos.

[Gambas:Youtube]



Perjalanan lika-liku kehidupan Sinead O'Connor hingga memeluk Islam di halaman berikutnya...

Sinead O'Connor Jadi Mualaf

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER