WAWANCARA EKSKLUSIF

Omar Sy Bahas Kans Lintas Semesta Lupin-Sherlock Holmes

adp, CNN Indonesia | Sabtu, 12/06/2021 16:03 WIB
Sebagai pemain sekaligus produser eksekutif Lupin, Omar Sy tak menutup kesempatan dapat membuat proyek lintas semesta dengan Sherlock Holmes. Omar Sy dalam serial Lupin (Foto: Emmanuel Guimier/Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produser eksekutif sekaligus pemeran utama serial Lupin, Omar Sy, menyambut positif peluang atau kans lintas semesta dengan serial yang ia naungi dengan Sherlock Holmes.

Ia menjelaskan bahwa karakter Arsene Lupin yang ditulis Maurice LeBlanc dan karakter Sherlock Holmes yang ditulis Sir Arthur Conan Doyle dalam novel memiliki sejarah panjang.

Semua berawal ketika LeBlanc menulis cerita pendek bertajuk Sherlock Holmes Arrives Too Late dalam majalah Je sais tout yang terbit pada Juni 1906.


Doyle yang memiliki hak kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) Sherlock merasa keberatan dengan cerita tersebut. LeBlanc akhirnya mengubah nama Sherlock Holmes menjadi Herlock Sholmes.

Dua tahun berselang, pada 1908, LeBlanc menerbitkan seri terbaru novel Lupin yang bertajuk Arsene Lupin vs. Herlock Sholmes. Novel itu kemudian menjadi salah satu novel Lupin paling terkenal.

"Novel itu sangat-sangat menarik, tetapi saya tidak tahu apakah Lupin kami bisa menampilkan Sherlock Holmes. Tetapi kenapa tidak, mungkin bisa lintas semesta atau semacam itu,kata Omar dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Aktor asal Prancis ini melanjutkan, "Tetapi kami perlu berbicara dengan Netflix. Tetapi kenapa tidak, saya rasa itu akan ada di musim ke-delapan atau kesembilan, bukan musim ketiga."

Diketahui, saat ini sebagian IP Sherlock Holmes dipegang oleh Conan Doyle Estate. Pada Juni lalu mereka menggugat Netflix dengan tuduhan pelanggaran hak cipta dan merek dagang atas film Enola Holmes.

Film tersebut mengisahkan kehidupan adik Sherlock Holmes yang bernama Enola. Suatu hari, Enola ditinggal oleh ibunya tanpa alasan pasti sehingga ia memutuskan untuk mencari ibunya.

Pada 2014 Conan Doyle Estate kehilangan sebagian besar kuasanya akan Sherlock Holmes ketika semua cerita mengenai Holmes yang ditulis sebelum 1923 dinyatakan menjadi domain publik.

Namun, putusan itu tidak menghapus cengkeraman Conan Doyle Estate pada 10 cerita orisinal yang ditulis antara 1923 dan 1927. Hak itu mencakup elemen-elemen asli dari cerita orisinal juga scène à faire atau unsur wajib untuk sebuah buku atau film dalam satu genre.

(adp/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK