Jakarta, CNN Indonesia -- Film dewasa Fifty Shades of Grey yang dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson termasuk film romantis yang banyak mengandung unsur erotis, mengikuti jejak bukunya yang bertajuk serupa.
Meski begitu, film ini dinikmati banyak orang. Di pekan pertama pembukaannya, film ini sukses meraup pemasukan hingga US$81,7 juta, termasuk terbesar untuk film dalam jenis serupa.
Tak hanya itu, film yang banyak berisi adegan dewasa ini pun akhirnya berkembang menjadi trilogi yang terdiri dari Fifty Shades of Grey (2015), Fifty Shades Darker (2017), dan Fifty Shades Freed (2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain didukung oleh cerita yang romantis dan akting pemeran yang ciamik, kesuksesan waralaba Fifty Shade of Grey juga tak lepas dari deretan adegan yang berani. Berikut tujuh fakta menarik tentang Fifty Shades of Grey yang tidak banyak diketahui.
1. Adegan Seks Dilakukan di Ruangan Tanpa Cameraman
Dalam Fifty Shades of Grey, Christian Grey (Jamie Dornan) dan Anastasia Steele (Dakota Johnson) banyak melakukan adegan seks yang sangat panas.
Demi memastikan mereka bisa "mendapatkan momen" tanpa gangguan dari orang lain di lokasi syuting, adegan ranjang Jamie Dornan dan Dakota Johnson dilakukan di sebuah ruangan tersendiri yang tertutup bahkan tidak melibatkan juru kamera.
Adegan mereka diambil menggunakan kamera-kamera yang dipasang pada derek dan dikendalikan dari jarak jauh. Selain untuk membebaskan kedua pemeran dalam berinteraksi di atas ranjang, hal ini juga bertujuan sebagai bentuk penghormatan untuk kedua aktor tersebut.
[Gambas:Youtube]
2. Adegan Intim Diambil Paling Akhir
Jamie Dornan dan Dakota Johnson saling mengenal satu sama lain untuk pertama kali dalam film Fifty Shades of Grey. Meski keduanya adalah bintang film profesional, tetap saja mereka masih masih canggung saat harus melakukan adegan ranjang.
Salah satunya adegan di Red Room yakni 'kamar bermain' milik Christian Grey. Agar akting di kamar panas itu berjalan dengan baik, Sam Taylor-Johnson selaku sutradara film Fifty Shades of Grey memutuskan adegan di ruangan merah diambil paling terakhir.
Dalam wawancara bersama Cosmopolitan, Sam Taylor-Johnson mengatakan bahwa hal ini sengaja dilakukan untuk memberi waktu bagi Dakota dan Jamie untuk merasa nyaman satu sama lain sebelum terjun ke adegan erotis.
[Gambas:Youtube]
3. Dakota Johnson dan Jamie Dornan Tidak Benar-benar Telanjang
Hampir semua adegan dewasa dalam film Fifty Shades of Grey menampilkan sosok Christian Grey (Jamie Dornan) dan Anastasia Steele (Dakota Johnson) tampak tanpa busana. Sesungguhnya, Dakota Johnson tidak benar-benar telanjang.
Di sepanjang proses pengambilan adegan telanjang baik itu di film pertama hingga film ketiga, Dakota Johnson mengatakan bahwa sebenarnya dia mengenakan thong untuk 'melindungi' bagian paling intim sehingga terlindung dari lawan mainnya.
Selanjutnya, tim produksi akan memberikan efek ilusi untuk memberikan gambaran bahwa seolah-olah ia tidak mengenakan pakaian satu helai pun.
Hal yang sama juga berlaku untuk Jamie Dornan. Ia mengenakan celana dalam khusus untuk bisa menyembunyikan bagian privatnya.
[Gambas:Youtube]
adegan panas lanjut ke sebelah....
7 Fakta Jarang Diketahui dari Fifty Shades of Grey - Part 2
film Fifty Shades of Grey juga mengisahkan sosok Christian Grey yang memiliki fantasi untuk bercinta dengan sex toys. (dok. Focus Features/Michael De Luca Productions/Trigger Street Productions via IMDb)
4. Sex Toys Grey Nyata Tapi Dimodifikasi
Sesuai dengan novelnya, film Fifty Shades of Grey juga mengisahkan sosok Christian Grey yang memiliki fantasi untuk bercinta dengan sex toys. Barang-barang tersebut antara lain flogger, cambuk, rantai dan banyak permainan lain.
Dalam film tersebut, Christian Grey (Jamie Dornan) menunjukkan koleksi sex toys miliknya yang digunakan saat berhubungan seks kepada Anastasia (Dakota Johnson). Alat-alat yang digunakan dalam film itu semuanya nyata.
Namun demi keamanan dan kenyamanan Dakota Johnson, beberapa alat peraga itu dimodifikasi, misalnya menambahkan bulu kelinci atau kulit yang lebih lembut untuk meringankan efek kesakitan yang timbul saat digunakan selama proses syuting.
5. Tali Pengikat Anastasia Steele Laris
Masih tentang sex toys. Dalam film Fifty Shades of Grey dan film-film selanjutnya, Anastasia (Dakota Johnson) kerap diikat kaki atau tangannya oleh Christian Grey (Jamie Dornan) saat berhubungan seks.
Adegan tersebut rupanya menginspirasi banyak penonton untuk ikut mencobanya. Alhasil, penjualan tali katun lembut seperti dalam film itu laris manis diburu pembeli.
Mereka bahkan bersedia untuk mengeluarkan sejumlah uang dalam nominal yang tinggi untuk membeli beberapa alat peraga seks. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan kembali momen favorit mereka dan mencoba langsung beberapa momen terliar yang ditampilkan dalam film tersebut.
 Dalam film Fifty Shades of Grey dan film-film selanjutnya, Anastasia (Dakota Johnson) kerap diikat kaki atau tangannya oleh Christian Grey (Jamie Dornan) saat berhubungan seks. (dok. Focus Features/Michael De Luca Productions/Trigger Street Productions via IMDb) |
6. Adegan Ciuman di Lift Buat Dakota Kurang Nyaman
Tak hanya membangun ruangan merah yang identik
pada novel erotis Fifty Shades of Grey, kru produksi juga membuat sebuah lift palsu yang digunakan untuk adegan ciuman panas antara Christian Grey (Jamie Dornan) dan Anastasia (Dakota Johnson).
Namun, Dakota Johnson mengatakan bahwa dirinya tidak nyaman melakukan adegan tersebut. Dalam wawancara bersama Cosmopolitan, aktris kelahiran 4 Oktober 1989 ini mengatakan bahwa dirinya sulit berkonsentrasi saat melakukan adegan panas itu karena dikelilingi oleh banyak aktor tambahan dan set yang kurang nyaman.
7. Adegan Ranjang Dilakukan Sesuai Skrip
Adegan seks di film Fifty Shades terlihat "vulgar" karena memang sesuai dengan novelnya. Hal ini diungkap oleh asisten sutradara film yang mengatakan bahwa adegan seks dibuat dengan sangat hati-hati.
Setiap gerakan digambar dengan cermat dalam storyboard yang harus dipelajari, dihafal, dan diikuti oleh para aktor. Tidak ada ruang untuk interpretasi dan para aktor harus mengikuti setiap gerakan dengan presisi yang tepat.