Musik dan Cap Sekutu Setan, Black Sabbath ke Lil Nas X

CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 14:46 WIB
Musik diseret dalam kepanikan atas kultus setan ketika kasus pembunuhan oleh Manson Family bikin geger Amerika Serikat pada dekade '60-an. Trick or Treat (1986). (dok. De Laurentiis Entertainment Group (DEG) via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudah lebih dari satu abad genre musik tertentu dikaitkan dengan ilmu hitam atau bentuk persekutuan dengan setan. Mulai dari blues yang dinilai sebagai musik setan pada 1920-an, kemudian orang tua Elvis Presley yang menduga anaknya dirasuki kekuatan gelap pada dekade '50-an.

Musik juga diseret dalam kepanikan atas kultus setan alias satanic panic ketika kasus pembunuhan oleh kelompok Manson Family bikin geger Amerika Serikat pada dekade '60-an.

Otak dan 'imam' dari Manson Family, Charles Manson, mengklaim album White Album dari The Beatles terutama lagu Helter Skelter memiliki pesan bawah sadar yang mendorongnya menghasut perang antar ras.


Sebelum ditangkap dan diadili atas pembunuhan Sharon Tate dan La Bianca yang ikut memicu satanic panic, Manson kerap menggambarkan dirinya sebagai Second Coming of Christ. Dia juga memprediksi dirinya bersama para pengikutnya akan menguasai dunia setelah Helter Skelter selesai.

Dalam persidangan, Manson dan para pengikutnya mengatakan pembunuhan dilakukan untuk mempercepat perang tersebut.

Selain itu, pada 1984-1985, pembunuh berantai Richard Ramirez sempat meninggalkan topi bisbol AC/DC di salah satu TKP. Suasana makin riuh ketika tajuk berita "AC/DC Music Made Me Kill at 16" terbit dan banyak orang menduga AC/DC merupakan singkatan dari Anti-Christ/Devil's Child.

Lembaga nirlaba untuk musik, KEXP, mencatat situasi berubah drastis setelah Black Sabbath merilis album debut pada 1970 yang kemudian disebut jadi pionir genre heavy metal.

Lagu pertama album itu yang bertajuk Black Sabbath juga disebut mengingatkan pada The Exorcist (1973) dan The Omen (1976), terutama bagian lonceng dan hujan yang disertakan dalam lagu tersebut.

[Gambas:Youtube]



Setelah itu, semakin banyak band yang dikaitkan dengan hal-hal kultus dan satanisme. Led Zeppelin misalnya. Band itu dikaitkan dengan kultus sesat setelah sang gitaris, Jimmy Page, membeli rumah milik kultus Aleister Crowley.

Kemudian ada band KISS yang disebut memiliki kepanjangan nama Knight's in Satan's Service. Tak lupa Judas Priest yang harus berhubungan dengan persidangan untuk membela diri atas tudingan penyebaran pesan setan dalam album mereka.

Satanic panic memiliki banyak aspek, mulai dari tuduhan pelecehan seksual di tempat penitipan anak, permainan Dungeons & Dragons, hingga buku Michelle Remembers yang rilis pada 1980. Namun di dunia musik, genre heavy metal dianggap sebagai alat perekrutan untuk setan yang memikat anak-anak muda untuk masuk ke dalamnya.

'Dunia Setan'

Ada alasan mengapa Black Sabbath menjadi begitu dicap dengan dunia kegelapan. Gitaris Black Sabbath Anthony 'Tony' Frank Iommy mengatakan suasana gelap dan musik mereka diciptakan dengan latar belakang Perang Vietnam.

Kematian dan darah selalu ditampilkan dalam berita Perang Vietnam setiap hari, banyak laki-laki dikirim untuk menyaksikan bahkan melakukan pembantaian secara langsung.

"Kami berada di puncak Perang Vietnam dan di sisi lain ada era hippie. Jadi ada suasana malapetaka dan agresi," ujar Tony seperti dilansir laman resmi Black Sabbath.

black sabbathBlack Sabbath. Dok. https://commons.wikimedia.org

"Ini adalah dunia setan. Iblis telah lebih memegang kendali sekarang. Orang tidak bisa bersatu, tidak ada kesetaraan. Menempatkan diri Anda di atas orang lain adalah dosa. Namun, itu yang dilakukan orang-orang," ucap bassist Black Sabbath, Terence Michael Joseph "Geezer" Butler, kepada Rolling Stones pada 1971.

Dengan Butler menjadi penulis lirik utama dan Tony sebagai arsitek musik, Black Sabbath mengejar tema-tema seperti perang, kekacauan sosial, akhirat, serta konflik abadi antara kebaikan dan kejahatan.

Namun The Guardian menyebut, situasi musik metal dikaitkan dengan satanic panic tetap berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Film Trick or Treat pun amat menonjol sejak dirilis pada 1986.

Film itu mengisahkan heavy metal rocker yang bernama Sammi Curr (Tony Fields) mati terbakar dalam ritual setan tiba-tiba bangkit karena penggemarnya memutar terbalik rekaman yang tak pernah dirilis. Ozzy Osbourne juga tampil sebagai kameo dalam film ini.

Narasi itu sebenarnya diambil dari kisah nyata...

lanjut ke sebelah..

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK