"Tuduhan dalam pengaduan hari ini bahwa Pornhub adalah perusahaan kriminal yang memperdagangkan wanita dan dijalankan seperti 'The Sopranos' benar-benar tidak masuk akal, benar-benar sembrono, dan sepenuhnya salah," tulis mereka.
Sementara itu, bagi Bowe selaku perwakilan dari 34 korban berharap kasus ini akan menjadi momen penting bagi industri pornografi online yang masih kurang pengawasan.
Gugatan ini rupanya bukan yang pertama dilayangkan kepada Pornhub dan MindGeek. Seperti yang diketahui MindGeek merupakan salah satu perusahaan pornografi online terbesar.
Perusahaan ini memiliki lebih dari 100 situs porno, jaringan , perusahaan produksi pornografi seperti Pornhub, RedTube, Tube8, dan YouPorn. Dari platform-platform tersebut, perusahaan meraup pemasukan sebesar 3,5 miliar tampilan per bulan.
Sebelumnya pada bulan Desember, Mastercard, Visa dan Discover memblokir pelanggan menggunakan kartu kredit mereka untuk melakukan pembelian di Pornhub setelah kolom New York Times menuduh situs tersebut membuat konten seks yang non-konsensual termasuk pelecehan seksual terhadap anak.
Namun Pornhub kembali membantah tuduhan itu. Mereka juga menerapkan kebijakan keamanan baru di platformnya pada bulan Desember.
Kebijakan baru ini memastikan bahwa hanya pengunggah terverifikasi yang dapat mengunggah video ke situs, menutup akses pengguna mengunduh video, dan berjanji transparan terkait pengambilan videonya.
Sedikitnya tiga puluh empat perempuan menggugat Pornhub dan perusahaan induknya, MindGeek pada Kamis (17/6). Mereka menuduh bahwa situs tersebut secara sadar mengambil keuntungan dari video seks ilegal yang diambil tanpa persetujuan korban (non-konsensual).
Hubungan seks non-konsensual merupakan hubungan seks yang dilakukan tanpa persetujuan atau sepengetahuan kedua pihak. Hal ini terjadi akibat orang itu tidak sadarkan diri, seperti pingsan, tidur, serta berada dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan.
Mengutip dari CNNBusiness, sebanyak 34 korban menuduh bahwa perusahaan induk Pornhub yakni MindGeek telah memonetisasi konten seks yang diambil dari hubungan non-konsensual.
Gugatan itu diajukan melalui firma hukum Brown Rudnick LLP sebagai perwakilan dari 34 korban eksploitasi seksual, termasuk diantaranya adalah anak di bawah umur, korban pemerkosaan dan perdagangan manusia. Dalam gugatan ini mereka menuntut ganti rugi dan perlindungan.
Michael Bowe selaku pengacara yang mewakili para korban mengatakan bahwa industri pornografi online belum benar-benar menjalankan peraturan yang berlaku. Mereka beroperasi layaknya bisnis seks di kawasan Red Light District.
"Ini kasus pemerkosaan, bukan pornografi," bunyi pengaduan itu.
Mereka menuduh Pornhub mengambil keuntungan dari video yang dibuat tanpa persetujuan mereka. Gugatan itu hanya mencantumkan satu nama penggugat sementara 33 lainnya ditulis anonim. Seorang penggugat anonim dalam gugatan itu mengatakan bahwa video dirinya yang diunggah di situs Pornhub menghancurkan hidupnya.
"Sudah waktunya bagi perusahaan dan individu yang mengambil keuntungan dari konten non-konsensual dan ilegal untuk bertanggung jawab atas kejahatan mereka," kata penggugat.
"Saya bergabung dengan korban karena saya mencari keadilan untuk diri saya sendiri dan korban yang tak terhitung jumlahnya yang tidak datang," pungkasnya.
Baca respons pihak Pornhub di halaman kedua...
Jawaban Pornhub
Foto ilustrasi. (Istockphoto/Pagadesign)
Sementara itu dalam pernyataan resmi Pornhub kepada CNNBusiness, mengatakan sedang meninjau dan menyelidiki terkait komplain tersebut.
"Kami menanggapi setiap keluhan mengenai penyalahgunaan platformnya dengan serius, termasuk keluhan para penggugat dalam kasus ini," kata Pornhub.
Kendati demikian mereka menyangkal tuduhan tentang struktur perusahaan.
"Tuduhan dalam pengaduan hari ini bahwa Pornhub adalah perusahaan kriminal yang memperdagangkan wanita dan dijalankan seperti 'The Sopranos' benar-benar tidak masuk akal, benar-benar sembrono, dan sepenuhnya salah," tulis mereka.
Sementara itu, bagi Bowe selaku perwakilan dari 34 korban berharap kasus ini akan menjadi momen penting bagi industri pornografi online yang masih kurang pengawasan.
Gugatan ini rupanya bukan yang pertama dilayangkan kepada Pornhub dan MindGeek. Seperti yang diketahui MindGeek merupakan salah satu perusahaan pornografi online terbesar.
Perusahaan ini memiliki lebih dari 100 situs porno, jaringan , perusahaan produksi pornografi seperti Pornhub, RedTube, Tube8, dan YouPorn. Dari platform-platform tersebut, perusahaan meraup pemasukan sebesar 3,5 miliar tampilan per bulan.
Sebelumnya pada bulan Desember, Mastercard, Visa dan Discover memblokir pelanggan menggunakan kartu kredit mereka untuk melakukan pembelian di Pornhub setelah kolom New York Times menuduh situs tersebut membuat konten seks yang non-konsensual termasuk pelecehan seksual terhadap anak.
Namun Pornhub kembali membantah tuduhan itu. Mereka juga menerapkan kebijakan keamanan baru di platformnya pada bulan Desember.
Kebijakan baru ini memastikan bahwa hanya pengunggah terverifikasi yang dapat mengunggah video ke situs, menutup akses pengguna mengunduh video, dan berjanji transparan terkait pengambilan videonya.