Kena Hujat Netizen, Atlet Panahan Korsel Dibela Ku Hye-sun

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 13:51 WIB
Penampilan atlet Korea Selatan yang berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tak luput dari hujatan netizen. Atlet panahan Korsel, An San, dihujat hanya karena penampilan rambutnya. (AP/Alessandra Tarantino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penampilan atlet Korea Selatan yang berlaga di ajang Olimpiade 2020 Tokyo tak luput dari hujatan netizen. Kondisi tersebut mendorong aktris Korea, Ku Hye-sun untuk turun tangan melawan ujaran kebencian yang ditujukan kepada atlet panahan Korea Selatan, An San.

Ku Hye-sun menyuarakan dukungan untuk An San dengan mengunggah serangkaian foto yang menampilkan dirinya sewaktu berambut pendek. Aktris kelahiran 1984 itu juga menulis pesan ajakan agar perempuan diberi kebebasan untuk memilih gaya rambut mereka sendiri.

"Mari memiliki rambut pendek," tulis Ku Hye-sun.


Di unggahan selanjutnya, Ku Hye-sun juga menulis pesan tentang feminisme. Ia menyayangkan bahwa feminisme seringkali mendapat tanggapan negatif di masyarakat.

"Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki perbedaan interpretasi tentang apa itu 'feminisme' dan bagaimana hal itu dianggap bermasalah di kehidupan sosial saat ini. Tetapi sebagai seorang wanita, saya tidak bisa membiarkan istilah 'feminis' menjadi disalahpahami sebagai istilah yang penuh kebencian," ujar Ku Hye-sun.

Ku Hye-sun lantas menjelaskan bahwa feminisme' adalah sebuah gerakan dan feminis adalah orang-orang yang mengadvokasi gerakan ini. Orang-orang tersebut hadir untuk membantu perempuan mematahkan stereotip gender dan memperjuangkan hak yang sama sebagai manusia.

"Feminis bertujuan untuk mengubah norma-norma sosial lama dan peran gender, sambil membangun kesetaraan peluang dan hasil bagi perempuan yang dengan laki-laki.

Di akhir pesannya, Ku Hye-sun mengatakan bahwa feminisme bukan untuk menciptakan kelompok pria vs wanita. Kesadaran itu untuk memastikan bahwa setiap orang dapat memiliki kebebasan mereka masing-masing.

[Gambas:Instagram]

Menurut laman Koreaboo, dukungan tersebut merupakan buntut dari hujatan di media sosial kepada atlet An San. Beberapa waktu lalu, ia menjadi sasaran komentar pedas dari netizen karena berpotongan rambut pendek.

Komentar itu rupanya datang dari beberapa situs yang dikelola oleh komunitas anti-feminis radikal. Komunitas tersebut dijalankan oleh netizen pria.

Selain menarik perhatian publik figure, komentar itu juga telah menarik perhatian netizen global. Warganet kompak menyuarakan dukungan kepada An San baik dari warga Korea dan internasional.

[Gambas:Instagram]



(nly/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK