Review Film: The Medium

Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 20:00 WIB
Review film The Medium menilai kegilaan mulai terjadi jelang akhir tanpa henti. Beberapa hal menjadi catatan tapi tak mengganggu kenikmatan menonton. Review film The Medium menilai kegilaan mulai terjadi jelang akhir tanpa henti. Beberapa hal menjadi catatan tapi tak mengganggu kenikmatan menonton. (Foto: Arsip GDH 559 via CBI Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rasa sabar menantikan The Medium tayang di layar lebar terbayar lunas hingga membuahkan begitu banyak pertanyaan di dalam kepala. Tak hanya pertanyaan, keraguan terhadap beberapa hal juga muncul usai menonton.

The Medium merupakan salah satu film yang dinantikan karena hasil kolaborasi dari Sutradara The Wailing Na Hong-jin dan Sutradara Shutter Banjong Pisanthanakun.

Kisah The Medium berasal dari Na Hong-jin yang berperan sebagai produser dalam film ini. Sedangkan Banjong bertugas dalam menulis naskah dan mengarahkan film tersebut.


Nama-nama tersebut berhasil membuat saya berekspektasi amat tinggi saat hendak menyaksikan The Medium. Beberapa hal membuat ekspektasi itu perlahan luntur saat menontonnya. Namun, saya tetap menikmati teror yang disajikan film ini.

The Medium merupakan film ala-ala dokumenter yang fokus pada kehidupan Nim (Sawanee Utoomma) dan sekitarnya. Nim diyakini masyarakat sekitar sebagai medium dari roh Ba Yan yang selama ini menjadi penjaga Isan, kawasan di Thailand.

Permasalah mulai memanas ketika Mink (Narilya Gulmongkolpech), keponakan Nim, mulai menunjukkan tanda-tanda yang dirasakan Nim, serta kakaknya Noi (Sirani Yankittikan), ketika hendak dimasuki roh Ba Yan.

Hal itu membuat tim dokumenter ingin menyaksikan secara langsung proses mistis yang disebut terjadi turun temurun dalam keluarga Nim.

Sayangnya, Nim perlahan baru menyadari keanehan dan tanda-tanda yang dialami Ming bukan berasal dari roh Ba Yan.

The Medium menjelaskan situasi Nim beserta anggota keluarganya, Noi, Mink, dan Manit (Yasaka Chaisorn) secara perlahan, benar-benar perlahan. Hal itu membuat sebagian besar alur cerita dari film berdurasi 130 menit ini berjalan lambat.

Film Thailand The MediumReview film the Medium: Nim, Pang, Noi, Ming, dan Manitkarakter utama dalam The Medium (2021). Foto: Arsip GDH 559 via Twitter

Beberapa hal tampaknya akan mudah terlewat atau terabaikan apabila penonton tak fokus atau mengalihkan perhatiannya di bagian alur lambat tersebut.

Banjong Pisanthanakun selaku sutradara dan penulis naskah pun baru mempercepat ritme sekitar 50 menit terakhir atau ketika tim dokumenter mulai memasang CCTV di hampir setiap sudut rumah Mink.

Teror kini semakin nyata, mulai jumpscare beberapa kali ditampilkan, hingga perpaduan dari hal-hal menyeramkan dan menjijikkan ditunjukkan satu per satu tanpa henti.

Review film The Medium berlanjut di halaman sebelah...

Review Film: The Medium

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER