Profil Nobuhiro Watsuki, Mangaka Rurouni Kenshin yang Didakwa Pedofil
CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 09:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Setelah kabar anime Rurouni Kenshin akan di-reboot, netizen mengingatkan Nobuhiro Watsuki selaku kreator pernah didakwa kasus pornografi anak. (Foto: Tangkapan layar Aniplex YouTube Channel)
Setelah dilakukan penyelidikan, Nobuhiro Watsuki hanya dikenakan denda sebesar 200 ribu yen (sekitar Rp28,7 juta) pada Februari 2018. Watsuki tidak dikenakan hukuman penjara atas kasus tersebut.
Watsuki sempat hiatus dalam melanjutkan kisah Rurouni Kenshin saat tersandung kasus itu. Namun, setelah dikenakan sanksi denda, ia sudah bisa melanjutkan penerbitan manga tersebut pada Juni 2018.
Dilansir dari Anime News Network, Shueisha selaku pihak penerbit menerangkan pada 2018 bahwa "Watsuki tengah menjalani proses reflektif dan penebusan diri".
"Tetapi Shueisha dan Watsuki memutuskan untuk melanjutkan manga karena menjawab keinginan penggemar merupakan sebuah tanggung jawab," sambung keterangan tersebut.
Ketika manga sedang dalam masa hiatus, pihak Shueisha mengaku "menganggap serius kasus itu dan Watsuki telah mengungkapkan penyesalannya yang mendalam".
Rurouni Kenshin atau populer dikenal sebagai Samurai X merupakan serial anime yang memiliki total 95 episode dalam tiga musim. Anime ini menceritakan seorang pembantai pada zaman Meiji bernama Kenshin Himura yang dijuluki sebagai Hitokiri Battousai.
Pembunuh legendaris ini menginginkan zaman Meiji atau revolusi zaman baru untuk menciptakan kehidupan yang membawa kedamaian bagi masyarakat. Namun, usai berhasil meraih impiannya, Battousai menghilang secara misterius dari peradaban.
Untuk menebus dosanya terhadap nyawa yang telah dibunuh, Battousai menjalani kehidupan baru sebagai Kenshin Himura. Menggunakan nama barunya, ia berjanji untuk tidak pernah membunuh orang lagi.
Ia akhirnya memutuskan untuk mengembara ke Tokyo. Dalam perjalanannya, Himura kerap membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
Himura juga bertemu Kamiya Kaoru, seorang gadis pendekar aliran Kamiyakashin. Selain itu, ia juga berteman dengan Sagara Sanosuke, Myojin Yahiko, dan Takani Megumi.
Manga Rurouni Kenshin diadaptasi menjadi serial anime yang tayang dari tahun 1996 hingga 1998, serta film live-action.
Yang terbaru, Rurouni Kenshin akan dibuat versi reboot usai hadirnya trailer terbaru yang tayang pada Sabtu (24/6) lalu.
(far/pra)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rurouni Kenshin akan dibuat serial anime dalam versi reboot. Serial ini diadaptasi dari manga ikonis karya Nobuhiro Watsuki yang pernah dijadikan serial pada 1996-1998.
Ketika serial reboot Rurouni Kenshin ini diumumkan, netizen terbagi menjadi dua kubu. Mereka mengingatkan kembali bahwa Watsuki pernah didakwa terhadap kasus pornografi anak di bawah umur.
"Kalau kamu memang benar-benar harus menonton anime terbaru Rurouni Kenshin, tolong bajak karyanya jadi Nobuhiro Watsuki tidak mendapatkan sepeserpun uang kalian," tulis akun @JakeNaldrag di Twitter, Sabtu (24/6).
Sedangkan, netizen lain berusaha membela Watsuki dengan mengatakan kehidupan pribadi Watsuki mesti dipisahkan dari karyanya.
"Kalian bisa menikmati Rurouni Kenshin meskipun Nobuhiro Watsuki adalah seorang pedofil. Ini adalah definisi memisahkan karya dengan senimannya," sindir akun @Sakuuda di Twitter di hari yang sama.
Nobuhiro Watsuki merupakan seorang mangaka asal Jepang yang lahir di Tokyo pada 26 Mei 1970. Pria bernama asli Nobuhiro Nishiwaki ini memulai kariernya sejak era 1980-an.
Namun, ia pernah tersandung kasus kepemilikan pornografi anak di bawah umur pada 2017 lalu. Berdasarkan laporan Asahi via Anime News Network saat itu, Watsuki memiliki banyak DVD yang berisikan rekaman telanjang anak-anak kecil di masa menjelang remaja mereka.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak otoritas setempat, Watsuki mengisi rekaman-rekaman itu di sebuah kantor di Tokyo. Rekaman-rekaman itu kemudian ditemukan sekitar Oktober 2017 lalu.
Dalam pernyataannya, Watsuki mengatakan bahwa dia "menyukai gadis-gadis di akhir sekolah dasar hingga sekitar tahun kedua sekolah menengah".
Pihak berwenang kemudian menggeledah rumah Watsuki sebagai bagian dari penyelidikan. Dari situ ditemukan bahwa Watsuki telah membeli DVD berisi pornografi anak.
Singkat cerita, Watsuki terlibat dalam pemeriksaan intens. Ia kemudian tertuduh dengan kasus kepemilikan video porno yang dilakukannya sejak Juli 2015.
Di Jepang, kepemilikan atas pornografi anak dapat dikenakan hukuman penjara hingga satu tahun serta denda sebesar 1 juta yen (sekitar Rp133 juta) jika terbukti bersalah.
Setelah kabar anime Rurouni Kenshin akan di-reboot, netizen mengingatkan Nobuhiro Watsuki selaku kreator pernah didakwa kasus pornografi anak. (Foto: Tangkapan layar Aniplex YouTube Channel)
Setelah dilakukan penyelidikan, Nobuhiro Watsuki hanya dikenakan denda sebesar 200 ribu yen (sekitar Rp28,7 juta) pada Februari 2018. Watsuki tidak dikenakan hukuman penjara atas kasus tersebut.
Watsuki sempat hiatus dalam melanjutkan kisah Rurouni Kenshin saat tersandung kasus itu. Namun, setelah dikenakan sanksi denda, ia sudah bisa melanjutkan penerbitan manga tersebut pada Juni 2018.
Dilansir dari Anime News Network, Shueisha selaku pihak penerbit menerangkan pada 2018 bahwa "Watsuki tengah menjalani proses reflektif dan penebusan diri".
"Tetapi Shueisha dan Watsuki memutuskan untuk melanjutkan manga karena menjawab keinginan penggemar merupakan sebuah tanggung jawab," sambung keterangan tersebut.
Ketika manga sedang dalam masa hiatus, pihak Shueisha mengaku "menganggap serius kasus itu dan Watsuki telah mengungkapkan penyesalannya yang mendalam".
Rurouni Kenshin atau populer dikenal sebagai Samurai X merupakan serial anime yang memiliki total 95 episode dalam tiga musim. Anime ini menceritakan seorang pembantai pada zaman Meiji bernama Kenshin Himura yang dijuluki sebagai Hitokiri Battousai.
Pembunuh legendaris ini menginginkan zaman Meiji atau revolusi zaman baru untuk menciptakan kehidupan yang membawa kedamaian bagi masyarakat. Namun, usai berhasil meraih impiannya, Battousai menghilang secara misterius dari peradaban.
Untuk menebus dosanya terhadap nyawa yang telah dibunuh, Battousai menjalani kehidupan baru sebagai Kenshin Himura. Menggunakan nama barunya, ia berjanji untuk tidak pernah membunuh orang lagi.
Ia akhirnya memutuskan untuk mengembara ke Tokyo. Dalam perjalanannya, Himura kerap membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
Himura juga bertemu Kamiya Kaoru, seorang gadis pendekar aliran Kamiyakashin. Selain itu, ia juga berteman dengan Sagara Sanosuke, Myojin Yahiko, dan Takani Megumi.
Manga Rurouni Kenshin diadaptasi menjadi serial anime yang tayang dari tahun 1996 hingga 1998, serta film live-action.
Yang terbaru, Rurouni Kenshin akan dibuat versi reboot usai hadirnya trailer terbaru yang tayang pada Sabtu (24/6) lalu.