Kisruh Posan Tobing Eks Kotak Tagih Royalti: Kalian Keterlaluan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 12:01 WIB
Kisruh Posan Tobing Eks Kotak Tagih Royalti: Kalian Keterlaluan
Eks drummer band Kotak, Posan Tobing, mendorong Tantri, Cella, dan Chua untuk membayar royalti bagiannya setelah hengkang sejak 2011. (Foto: Tangkapan layar instagram @posantobing)

Namun, jika ketiganya tidak memenuhi undangan Posan, mantan drummer Kotak itu tidak enggan untuk membawanya ke jalur hukum.

"Jadi, gue bilang lo tega ya. Sekali lagi gue bilang, Tantri, Cella, dan Chua, lo dateng ke sini, kita ketemuan. Kita ngobrol baik-baik," ajak Posan.

"Tapi, kalau lo enggak mau ketemu, oke, gue atur caranya biar pengadilan yang atur kita ketemu," tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Posan Tobing juga mengunggah sebuah video lewat akun Instagram pribadinya yang menjelaskan soal pembagian jatah royalti penampilan band Kotak.

Ia berkata pencipta lagu memiliki hak dari royalti penampilan. Sehingga, sebagai salah satu yang membantu penciptaan lagu-lagu hit Kotak, Posan menagih bagiannya kepada band tersebut.

"Mulai dari lagu Pelan-Pelan Saja, Selalu Cinta, Masih Cinta, Tinggalkan Saja, Cinta Jangan Pergi, Kerabat Kotak, dan masih banyak lagi lagu-lagu Kotak yang memang itu gue yang bikin. Gue ikut membuatnya," ungkap Posan.

Ia mengatakan perjalanannya sejak hengkang dari Kotak pada 2011 silam itu tidak mudah. Sehingga, ia menagih pembagian royalti karena di dalamnya ada hak-hak untuk keluarganya.

"Di dalam royalti itu ada hak istri gue, ada hak anak gue, ada hak anak angkat gue, ada hak dari teman-teman gue yang biasanya memang datang untuk gue bisa ber-sharing," kata Posan.

"Gue sampai ngomong sampai segininya berarti sudah keterlaluan. Bayangin dari 2011 sampai 2022," tambahnya.

[Gambas:Instagram]



CNNIndonesia.com telah meminta izin Posan Tobing untuk mengutip unggahan-unggahannya. Kami juga telah menghubungi Kotak via Warner Music selaku label rekaman untuk meminta tanggapan.

Posan Tobing merupakan eks penabuh drum untuk band Kotak. Ia sudah menjadi bagian dari band tersebut sejak album pertama yang bertajuk Kotak.

Ia keluar dari Kotak terhitung tanggal 8 Maret 2011 setelah tujuh tahun main bersama. Keluarnya Posan dari band berarti meninggalkan Tantri, Cella, dan Chua untuk melanjutkan perjalanan Kotak.



(pra/pra)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks drummer band Kotak, Posan Tobing, mendorong Tantri, Cella, dan Chua untuk membayar royalti bagiannya. Ia menyampaikan pesan kepada eks satu bandnya lewat berbagai jalur di media sosial.

Salah satu yang terbaru adalah lewat TikTok. Posan mengaku membuat akun TikTok demi mengirimkan pesan kepada trio personel Kotak. Karena, kata pengakuan Posan, mereka telah memblokirnya di Instagram.

"Akhirnya gue punya akun TikTok juga. Tahu kenapa gue punya akun TikTok? Karena Tantri dan Cella nge-block gue di Instagram," kata Posan Tobing lewat unggahan di TikTok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan, gue mau kasih tahu lewat TikTok biar lo lihat. Lo tahu kenapa gue marah sama lo," lanjutnya.

Posan kemudian memberikan reaksi terhadap video yang menampilkan ketiga personel Kotak yang menjadi bintang tamu podcast Gritte Agatha. Dalam video tersebut, Cella menyinggung soal pembagian gaji.

"Katanya kalau bertiga itu enak. Bagi duitnya bertiga," ujar Posan menanggapi video tersebut.

Posan tidak terima dengan pernyataan Tantri, Cella, dan Chua yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin mencari drummer baru karena ingin mempertahankan Kotak dengan tiga personel.

Namun, meskipun kini Posan sudah hengkang dari Kotak, ia tetap tidak mendapatkan jatah royalti penampilan Kotak yang membawakan lagu-lagu yang ia bantu ciptakan.

"Buat Tantri, Cella, dan Chua, kalian tuh keterlaluan. Kalian bilang kalian enggak mau cari drummer lagi karena kepengin bertiga saja karena uangnya mau dibagi tiga," cetus Posan.

"Sementara dari tahun 2011 sampai sekarang, lo bertiga enggak pernah nge-share royalti performance ke gue, dan 100 persen semua lagu hits yang ada di kotak itu adalah bagian dari ciptaan gue juga," lanjutnya.

Pada akhirnya Posan mengundang ketiga personel Kotak itu untuk bertemu langsung dan membicarakan soal royalti tersebut.

@posantobing83 jangan lupa royalti performance nya ya adik adik 😁 #viralditiktok #fyp #masukberanda #thewinner #kotak #kerabatkotak @tantrikotak @cellakotak @chuakotak @kotakband_ ♬ suara asli - posantobing83

Gif banner Allo Bank

Lanjut ke sebelah...

Undangan untuk Kotak

Eks drummer band Kotak, Posan Tobing, mendorong Tantri, Cella, dan Chua untuk membayar royalti bagiannya setelah hengkang sejak 2011. (Foto: Tangkapan layar instagram @posantobing)

Namun, jika ketiganya tidak memenuhi undangan Posan, mantan drummer Kotak itu tidak enggan untuk membawanya ke jalur hukum.

"Jadi, gue bilang lo tega ya. Sekali lagi gue bilang, Tantri, Cella, dan Chua, lo dateng ke sini, kita ketemuan. Kita ngobrol baik-baik," ajak Posan.

"Tapi, kalau lo enggak mau ketemu, oke, gue atur caranya biar pengadilan yang atur kita ketemu," tegasnya.

Sebelumnya, Posan Tobing juga mengunggah sebuah video lewat akun Instagram pribadinya yang menjelaskan soal pembagian jatah royalti penampilan band Kotak.

Ia berkata pencipta lagu memiliki hak dari royalti penampilan. Sehingga, sebagai salah satu yang membantu penciptaan lagu-lagu hit Kotak, Posan menagih bagiannya kepada band tersebut.

"Mulai dari lagu Pelan-Pelan Saja, Selalu Cinta, Masih Cinta, Tinggalkan Saja, Cinta Jangan Pergi, Kerabat Kotak, dan masih banyak lagi lagu-lagu Kotak yang memang itu gue yang bikin. Gue ikut membuatnya," ungkap Posan.

Ia mengatakan perjalanannya sejak hengkang dari Kotak pada 2011 silam itu tidak mudah. Sehingga, ia menagih pembagian royalti karena di dalamnya ada hak-hak untuk keluarganya.

"Di dalam royalti itu ada hak istri gue, ada hak anak gue, ada hak anak angkat gue, ada hak dari teman-teman gue yang biasanya memang datang untuk gue bisa ber-sharing," kata Posan.

"Gue sampai ngomong sampai segininya berarti sudah keterlaluan. Bayangin dari 2011 sampai 2022," tambahnya.

[Gambas:Instagram]




CNNIndonesia.com telah meminta izin Posan Tobing untuk mengutip unggahan-unggahannya. Kami juga telah menghubungi Kotak via Warner Music selaku label rekaman untuk meminta tanggapan.

Posan Tobing merupakan eks penabuh drum untuk band Kotak. Ia sudah menjadi bagian dari band tersebut sejak album pertama yang bertajuk Kotak.

Ia keluar dari Kotak terhitung tanggal 8 Maret 2011 setelah tujuh tahun main bersama. Keluarnya Posan dari band berarti meninggalkan Tantri, Cella, dan Chua untuk melanjutkan perjalanan Kotak.

[Gambas:Video CNN]




HALAMAN:
1 2