Dalam pernyataan di situs Kementerian Informasi Myanmar disebutkan, Presiden Thein Sein mengampuni 3.037 tahanan untuk "perdamaian dan stabilitas" dan "penegakan hukum."
Pemerintah tidak menyebutkan identitas para tahanan, namun diyakini mereka yang dibebaskan adalah pelaku kejahatan biasa, bukan tahanan politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendengar ada enam atau tujuh mantan pejabat intelijen militer senior, tapi mereka bukanlah tahanan politik," kata Bo Kyi dari AAPP.
Pada pemerintahan junta yang berakhir tahun 2011 lalu, banyak intelijen militer Myanmar yang ditahan.
Menurut pemerintah, ada sekitar 58 warga asing yang mendapatkan amnesti, namun tidak disebutkan identitas mereka.
Sejak memeluk demokrasi sejak 2011 lalu, pemerintahan baru Myanmar mencanangkan reformasi, termasuk membebaskan para tahanan politik yang biasanya dilakukan menjelang pertemuan diplomat penting atau konferensi tingkat tinggi.
Menurut AAPP, saat ini masih ada sekitar 75 tahanan politik yang ditahan di penjara Myanmar.