ANCAMAN ISIS
ISIS Akan Cetak Mata Uang Sendiri
CNN Indonesia
Jumat, 14 Nov 2014 14:53 WIB
CNN Indonesia -- Kelompok militan ISIS berencana mencetak mata uangnya sendiri dalam bentuk emas, perak dan tembaga.
ISIS mengatakan tujuan mereka melakukan hal tersebut adalah untuk menjauh dari "sistem keuangan sang tiran". Kelompok tersebut juga mengatakan mereka akan menjelaskan lebih jauh soal nilai tukar mata uang tersebut dan di mana mendapatkannya.
Mata uang tersebut akan terdiri dari dari tujuh koin: dua emas, tiga perak dan dua tembaga.
Rencana ini diklaim "didedikasikan kepada Tuhan" dan akan melepaskan para muslim di dunia dari "sistem ekonomi global yang didasarkan pada riba".
ISIS telah menguasai banyak daerah di Irak maupun Suriah. Mereka bertujuan untuk mendirikan sebuah kekhilafahan Islam di Timur Tengah.
"Beda dari Al-Qaeda, yang didanai dari sumber-sumber eksternal, ISIS mampu mendanai dirinya sendiri," ujar Jimmy Gurule, seorang mantan pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat, kepada CNN, Kamis (13/11).
Bagaimana ISIS memperoleh dana
Gurule mengatakan dana ISIS bersumber dari minyak, tebusan penculikan, pajak dan penjualan barang-barang langka yang mereka curi.
"Ini adalah kelompok teroris terkaya yang pernah ada dalam sejarah dunia. Dengan dana yang mereka miliki, potensi apa yang bisa mereka lakukan?" ujar Gurule bertanya retoris.
"Kesulitannya adalah, dengan uang sebanyak itu, Anda tidak mungkin menaruhnya di kotak sepatu atau di bawah kasur Anda. Uang tersebut nantinya pasti masuk ke dalam sistem keuangan dunia. Departemen keuangan harus berfokus pada bank-bank di Qatar atau Kuwait, sebagai contoh, yang bisa jadi penerima atau mengatur uang ISIS”, jelas Gurule.
ISIS mengatakan tujuan mereka melakukan hal tersebut adalah untuk menjauh dari "sistem keuangan sang tiran". Kelompok tersebut juga mengatakan mereka akan menjelaskan lebih jauh soal nilai tukar mata uang tersebut dan di mana mendapatkannya.
Mata uang tersebut akan terdiri dari dari tujuh koin: dua emas, tiga perak dan dua tembaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS telah menguasai banyak daerah di Irak maupun Suriah. Mereka bertujuan untuk mendirikan sebuah kekhilafahan Islam di Timur Tengah.
"Beda dari Al-Qaeda, yang didanai dari sumber-sumber eksternal, ISIS mampu mendanai dirinya sendiri," ujar Jimmy Gurule, seorang mantan pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat, kepada CNN, Kamis (13/11).
Bagaimana ISIS memperoleh dana
Gurule mengatakan dana ISIS bersumber dari minyak, tebusan penculikan, pajak dan penjualan barang-barang langka yang mereka curi.
"Ini adalah kelompok teroris terkaya yang pernah ada dalam sejarah dunia. Dengan dana yang mereka miliki, potensi apa yang bisa mereka lakukan?" ujar Gurule bertanya retoris.
"Kesulitannya adalah, dengan uang sebanyak itu, Anda tidak mungkin menaruhnya di kotak sepatu atau di bawah kasur Anda. Uang tersebut nantinya pasti masuk ke dalam sistem keuangan dunia. Departemen keuangan harus berfokus pada bank-bank di Qatar atau Kuwait, sebagai contoh, yang bisa jadi penerima atau mengatur uang ISIS”, jelas Gurule.