Ada sebuah tautan di halaman depan situs itu yang mengarah ke sebuah file berformat pdf, bertuliskan kalimat "je suis Charlie" dalam berbagai bahasa, di antaranya Jerman, Arab dan Rusia.
Kalimat ini juga yang kini meramaikan media sosial sebagai bentuk solidaritas atas pembunuhan para kartunis penggambar Nabi Muhammad yang tewas diberondong tembakan saat tengah rapat redaksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 1.000 orang berkumpul di depan markas Uni Eropa di Brussels, Belgia, untuk menyampaikan belasungkawa dan simpati. Di Madrid, sekitar 200 orang berkumpul di depan Kedutaan Besar Perancis menyuarakan kemarahan. Beberapa mengangkat pena sebagai perlambang kebebasan berekspresi.
Di internet, "je suis Charlie" menjadi gambar profile para pemilik akun di Facebook dan Twitter. Bahkan dikutip dari ABC News, tanda pagar dengan kalimat ini menjadi topik tren di Twitter.
Di Instagram menyebar juga gambar senapan mesin dengan tulisan "Ceci n'est pas une religion," atau "ini bukanlah agama."
Seorang pengguna Instagram menuliskan: "Islam adalah agama yang indah. Ini bukanlah yang ingin kita lihat di TV. Teroris bukanlah Muslim sejati." (stu)