Hari berkabung ini adalah yang kelima kalinya digelar di Perancis dalam 50 tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Presiden Perancis Francois Hollande menyerukan persatuan rakyat yang menurutnya adalah "senjata terbaik." Hollande juga memuji keberanian Charlie Hebdo dalam menjunjung kebebasan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media tersebut kerap menuai kontroversi lantaran membuat karikatur Nabi Muhammad. Kantornya di kota Paris juga pernah menjadi sasaran penyerangan bom Molotov pada 2011 karena dianggap menghina umat Islam.
"Melalui pengaruh dan sikap independen, majalah ini telah menyentuh generasi ke generasi di Perancis. Kami akan terus mempertahankan pesan kebebasan ini atas nama mereka," kata Hollande.
Tiga orang pelaku diidentifikasi oleh polisi. Dua di antaranya adalah kakak beradik Said Kouachi, 34, dan Cherif Kouachi, 32, dan pemuda 18 tahun bernama Hamyd Mourad.
Mourad telah menyerahkan diri ke polisi, sementara dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Menurut aparat, keduanya sangat berbahaya dan masih memegang senjata mematikan.
(den/stu)