Para korban sebagian besar berasal dari Malihabad, sekitar 25 km dari ibukota Uttar Pradesh, Lucknow, mengaku mulai merasa sakit setelah mengkonsumsi minuman berakohol pada Minggu (11/1) malam.
Kepala sekretaris negara bagian Uttar Pradesh, India utara, Debashish Panda menyatakan pada Selasa (13/1) saja, sebanyak lima belas orang tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menangkap dua pria yang mereka diduga mencampur bir dengan metanol, bahan kimia yang sering digunakan dalam produksi barang industri seperti bahan bakar dan antibeku.
Anggota keluarga korban yang marah membakar tempat penyulingan tempat bir tersebut diproduksi dan dijual.
Kematian akibat menenggak bir oplosan merupakan kasus yang sering terjadi di India. Bir oplosan kerap laku dijual, karena harganya yang murah, sehingga diminati warga dari kelas ekonomi menegah ke bawah.
Pada tahun 2008, sebanyak 180 orang tewas setelah mengkonsumsi bir beracun di negara bagian Tamil Nadu dan Karnataka. Kasus tersebut menjadi penyebab kematian terburuk di India dalam beberapa tahun terakhir. (ama/stu)