Terorisme Boko Haram

Boko Haram Tewaskan Wanita yang Tengah Melahirkan

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 16/01/2015 10:08 WIB
Boko Haram Tewaskan Wanita yang Tengah Melahirkan April 2014 lalu Boko Haram menculik lebih dari 200 siswi dari sebuah sekolah menengah di Chibok, sebuah daerah yang berbatasan dengan Kamerun. (Reuters/Joe Penney)
Baga, CNN Indonesia -- Kelompok pemberontak Boko Haram menewaskan seorang wanita ketika dia tengah melahirkan, dalam serangan di daerah pangkalan militer Baga, tepi Danau Chad, Nigeria timur, pada Kamis (15/1).

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyebutkan satu saksi yang melihat sendiri serangan di Baga menyatakan bahwa seorang wanita tengah melahirkan ketika Boko Haram menyerang desa mereka, dan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu, menewaskan banyak anak kecil.

"Wanita itu tengah melahirkan seorang bayi laki-laki. Dia meninggal seperti itu," kata saksi yang menolak disebutkan namanya, dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (15/1).


Amnesty menyatakan pekan ini saja, ratusan orang diperkirakan tewas dalam serangan yang dimulai sejak 3 Januari lalu. Serangan Boko Haram ini diperkirakan menargetkan warga sipil yang dianggap membantu militer untuk memberantas aksi pemberontakan.

"Mereka membunuh begitu banyak orang. Mungkin sekitar 100 orang tewas pada waktu itu di Baga. Aku berlari ke semak-semak. Saat kami tengah menyelematkan diri, mereka melancarkan tembakan lagi," kata seorang pria yang berusia sekitar lima puluh tahun tersebut.

"Saya tidak tahu berapa yang tewas, namun saya lihat jenazah di mana-mana," kata seorang wanita yang tidak mau diidentifikasi.

Human Rights Watch, HRW, menyatakan hingga saat ini jumlah korban tewas belum diketahui secara pasti. Dalam pers rilis yang dikeluarkan hari ini, kelompok HAM tersebut menyatakan, warga yang berhasil selamat dan melarikan diri tidak ada yang kembali ke Baga untuk memastikan berapa korban yang tewas.

"Kami semua melarikan diri dari kota itu sejak dikuasai Boko Haram," kata seorang saksi yang disebutkan di pers rilis HRW, dikutip dari Al-Arabiya.

Baik Amnesty International maupun HRW merilis gambar satelit dari atas kota Baga dan Doron Baga, yang berjarak 2,5 kilometer, untuk menunjukkan besarnya skala serangan Boko Haram.

Gambar satelit kedua kota ini memperlihatkan kedua kota yang menjadi medan baku tembak pada serangan hari pertama dan hari keempat, untuk menunjukkan sejumlah wilayah yang lumpuh akibat pertempuran itu.

Gambar satelit menunjukkan lebih dari 3.700 bangunan hancur, 620 bangunan di Baga dan 3.100 bangunan di Doron Baga. Sebagian besar bangunan yang hancur adalah rumah warga dan pusat bisnis.

Amnesty International menyatakan sekitar 300 wanita ditangkap dan ditahan Boko Haram di sebuah sekolah pada awal pekan ini. Setelah beberapa ditahan, para ibu dan dan anak-anak dibebaskan, namun para wanita muda masih dalam tahanan.

Penculikan ini mengingatkan akan insiden serupa pada April lalu ketika Boko Haram menculik 200 siswi sebuah sekolah menengah di Chibok, sebuah daerah yang berbatasan dengan Kamerun.

Untuk mengatasi serangan Boko Haram, militer Nigeria, Niger, Chad telah bergabung. Pihak militer Nigeria menyatakan sebanyak 150 orang tewas akibat serangan pekan ini. Pihak militer juga membantah kabar yang beredar bahwa serangan Boko Haram di Baga telah menewaskan lebih dari 2.000 jiwa.

Pejabat setempat menyatakan mereka melihat sejumlah besar korban tergeletak di jalan. Sedikitnya 16 pemukiman di sekitar Baga dibakar dan setidaknya 20.000 orang melarikan diri.

Badan amal Doctor Without Borders atau Dokter Lintas Batas, memberikan bantuan kepada 5.000 korban serangan pada Selasa (13/1) di ibukota Borno, Maiduguri. Sementara, Badan pengungsi PBB menyatakan bahwa lebih dari 11.300 pengungsi Nigeria telah melarikan diri ke negara tetangga, Chad.

Terletak di daerah semi-gurun, kota Baga adalah markas pasukan multinasional yang terdiri dari pasukan dari Niger, Nigeria, Chad dan Kamerun. Meskipun demikian, biasanya hanya pasukan Nigeria yang ditempatkan di kota tersebut.

Ketika Boko Haram mengambil alih pangkalan militer di tepi Danau Chad, pasukan Nigeria terpaksa melarikan diri.

Serangan Boko Haram ke daerah pangkalan militer di Baga terjadi menjelang pemilihan umum parlemen yang akan diselenggarakan pada Februari mendatang. Pengamat menilai meningkatnya serangan adalah upaya untuk melemahkan pengumpulan suara.

Serangan pemberontak Boko Haram, yang berarti "pendidikan Barat haram' menjadi pekerjaan rumah yang harus pemerintah Nigeria selesaikan. (ama/stu)